Gelombang Tinggi di NTT
Waspada Gelombang Tinggi di Laut Flores dan Samudra Hindia Selatan NTT pada 23-26 Mei 202
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan NTT, waspada tinggi gelombang di Laut Flores dan Samudra Hindia selatan NTT 23-26 Mei.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/ANGIN-KENCANG-DI-SIKKA.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi periode 23 Mei-26 Mei 2025 sejumlah wilayah perairan di Indonesia.
Dalam rilis BMKG, Kamis (22/5/2025) mengungkapkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat daya hingga barat dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot.
Wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6- 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantan di Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda, dan Samudra Hindia selatan Banten hingga NTT.
Baca juga: BMKG Ungkap Potensi Curah Hujan Tinggi Bulan Mei Masih Terjadi di Sebagian Wilayah NTT
Tinggi gelombang 1,25-2,5 meter
BMKG menyebut tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka hagian utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Sunibawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru bagian tengah, Sumodra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Hindia barat Aceh, Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali Laut Sawu, Laut Azafuru bagian barat, Laut Arifuru bagian timur, Samudra Pasifik utaru Papua Barat, dan Samudra Pasifik utara Papua.
Atas kondisi ini, BMKG mengimbau perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter. Kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Baca juga: Potensi Karhutla di NTT Tunjukan Risiko Menengah hingga Tinggi, BMKG Ingatkan Langkah Mitigasi
Tinggi gelombang 2,5-4,0 meter
Samudra Hindia barat Kep. Mentawa, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTT, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah Samudra Hindia selatan Jawa Timu, Samudra Hindia selatan NTB.
Atas kondisi ini, BMKG mengimbau perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter.
Kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Kapal Fery apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News