Berita Manggara Timur
468 Ekor Babi Milik Peternak di Manggarai Timur Mati Diserang ASF
Sebanyak 468 ekor babi milik peternak di Kabupaten Manggarai Timur mati diduga diserang oleh African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Dinas-Peternakan-Kabupaten-Manggarai-Timur.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, BORONG-Sebanyak 468 ekor babi milik peternak di Kabupaten Manggarai Timur mati diduga diserang oleh African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika.
Sekertaris Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur, Ima Raydais, menyampaikan itu kepada TRIBUNFLORES.COM, Rabu 27 Mei 2025.
Ima menerangkan, bedasarkan data Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur sampai dengan kondisi sekarang pada tahun 2025 sudah sebanyak 468 ekor babi yang mati. Dari hasil pemeriksaan laboratorium melalui sampel darah yang diambil babi yang mati positif ASF.
Ima menerangkan 468 ekor babi mati ini menyebar di 21 desa dari tujuh kecamatan dari 12 Kecamatan yang ada di Manggarai Timur yaitu Kecamatan Elar, Kota Komba Utara, Congkar, Borong, Kota Komba dan Rana Mese.
Baca juga: Kota Kupang Masuk 10 Kota Paling Toleran Tahun 2024 Hasil Pengukuran Setara Institute
Ima juga menerangkan sedangkan pada Tahun 2024 lalu, Dinas Perternakan mendata sebanyak 763 ekor babi mati karena diserang ASF yang tersebar di Kecamatan Borong, Kota Komba, Rana Mese, Lamba Leda selatan, Lamba Leda Timur, Sambi Rampas, Lamba Leda Utara.
Menurut Ima, kematian babi diduga faktor penyebabnya adalah ASF semakin meningkat. Karena itu, Dinas Peternakan sudah mengambil berbagai langkah untuk mencegah semakin meluasnya serangan ASF terhadap ternak babi di Kabupaten Manggarai Timur.
Ada pun langkah-langkah yang diambil, terang Ima, melakukan pengambilan sampel darah babi untuk peneguhan diagnosa penyakit ASF dan hasilnya positif ASF. Mengeluarkan himbauan terkait ASF dari Kepala Dinas Peternakan dan Bupati Manggarai Timur.
Memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang ASF dan langkah-langkah pencegahannya. Memberikan desinfektan kepada masyarakat terdampak melalui petugas Puskeswan di wilayah masing-masing. Dan Memberikan vitamin kepada ternak masyarakat yg belum terkena ASF. (rob)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Ombudsman Soroti Pelayanan Reskrim dan Lalu Lintas di Polda NTT |
|
|---|
| Cuaca NTT Sepekan ke Depan, Waspada Peningkatan Hujan Sedang di Beberapa Wilayah Ini |
|
|---|
| Modus Karyawan Hotel di Labuan Bajo Jual Enam Motor Rental demi Main Judol |
|
|---|
| Finalis Puteri Indonesia Beri Bantuan Buku-Laptop ke Sekolah Dasar di Manggarai Barat |
|
|---|