Berita Ngada
Apel Hari Pancasila di Ngada, Bupati Ray: Pancasila Bukan untuk Dihafal Saja
Upacara Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2025 di Kabupaten Ngada, yang berlangsung di Taman Kartini Bajawa, berjalan dengan tertib dan lancar.
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Hari-Lahir-Pancasila-di-Taman-Kartini-Bajawa.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA-Upacara Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2025 di Kabupaten Ngada, yang berlangsung di Taman Kartini Bajawa, berjalan dengan tertib dan lancar.
Bupati Ngada Raymundus Bena bertindak sebagai Inspektur Upacara, sebagai Komandan Upacara Letnan Dua Infantri Eka Darwis dari Kodim 1625 Ngada.
Peserta upacara dari Instansi Vertikal, ASN Lingkup Pemda Ngada, Pelajar SMA, SMP dan SD.
Memperingatkan hari lahir Pancasila tahun ini, dengan mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”.
Kesempatan itu, Bupati Ngada Raymundus Bena membacakan Pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.
Baca juga: GMIT Harap Para Penegak Hukum Berikan Keadilan bagi 24 Korban Pelecehan Seksual di Sabu Raijua
Bupati Ray Mengatakan, pentingnya memahami makna dan implementasi nilai -nilai Pancasila. Pancasila bukan untuk di hafal tetapi bagamana itu tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pancasila tidak hanya dihafal namun harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari. Semua harus berperan dalam Mem-Bumi Pancasila. Indonesia jangan hanya maju secara Teknologi tapi Moral, tidak hanya angka secara statistik tapi merakyat di setiap lini. Hargai perbedaan dan Pancasila sebagai sumber inspirasi dan pedoman semua rakyat Indonesia,” ungkap Bupati Raymundus.
Pancasila juga bukan sekedar teks tertulis, tetapi Pancasila juga harus menjadi jiwa bangsa dan bintang penuntun bangsa. Pancasila adalah rumah besar bagi 270 juta jiwa di Indonesia dalam keberagaman Agama, Ras, Golongan dan Suku Budaya.
Nilai Pancasila harus hadir dalam dunia Pendidikan, pelayanan publik yang berlaku adil untuk semua masyarakat, Pembangunan harus dinikmati semua masyarakat, UMKM dan ekonomi kerakyatan harus terus diberdayakan agar tidak ada yang tertinggal secara ekonomi.
“Ruang digital harus dipandu oleh Pancasila melalui literasi Digital dan semangat gotong royong,” tambahnya.(Cha)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| GMIT Harap Para Penegak Hukum Berikan Keadilan bagi 24 Korban Pelecehan Seksual di Sabu Raijua |
|
|---|
| Sensasi Cliff Jumping di Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo NTT |
|
|---|
| Akses Jalan ke Huntap Korban Erupsi Lewotobi di Desa Pululera Flores Timur Dibuka |
|
|---|
| Pesona Pasir Putih Pantai Hi'a di Desa Wisata Lewomada Sikka NTT |
|
|---|