Berita NTT
PS Malaka dan Persija Jakarta Teken MoU Pengembangan Usia Dini
Komitmen untuk membangun masa depan sepak bola Indonesia terus ditunjukkan oleh klub-klub besar tanah air. Kali ini, Persija Jakarta resmi menandatang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Persija-Jakarta-kerja-sama-dengan-PS-Malaka.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro
POS-KUPANG.COM, KUPANG — Komitmen untuk membangun masa depan sepak bola Indonesia terus ditunjukkan oleh klub-klub besar tanah air.
Kali ini, Persija Jakarta resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PS Malaka, sebuah klub sepak bola lokal yang berbasis di Kabupaten Malaka, NTT pada Rabu (4/6/2025).
Penandatanganan MoU ini berlangsung khidmat dan penuh optimisme, dihadiri langsung oleh jajaran manajemen kedua pihak serta disaksikan oleh Bupati Malaka dan para anggota DPRD.
Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung pengembangan sepak bola nasional, khususnya di level usia dini, dengan mengembangkan talenta lokal dari akar rumput hingga ke panggung nasional, bahkan internasional. Melalui kemitraan strategis ini, PS Malaka dan Persija Development sepakat menjalankan berbagai program pembinaan yang terstruktur dan profesional.
Baca juga: Presiden Prabowo Salurkan Bantuan 985 Sapi Kurban ke Seluruh Wilayah Indonesia, Sikka Dapat Satu
Dalam wawancara eksklusif bersama Adrianus Bria Seran, Ketua DPRD Malaka sekaligus Ketua ASKAB PSSI Malaka, terungkap berbagai aspek dan harapan besar di balik penandatanganan MoU ini.
“Untuk mendukung pengembangan sepak bola nasional, khususnya di level usia dini, SSB PS Malaka dan Persija Development sepakat menjalin kerja sama dalam pembinaan pemain muda berbakat guna menciptakan generasi pesepakbola profesional,” ungkap Adrianus.
Adrianus menjelaskan bahwa kerja sama ini memiliki visi jangka pendek dan jangka panjang yang jelas dan terukur.
“Dalam jangka pendek, kami ingin setiap kecamatan di Malaka memiliki minimal satu SSB yang aktif serta SDM pelatih berlisensi D. Jangka panjangnya adalah menciptakan jalur pembinaan berkelanjutan, meningkatkan kualitas pelatih dan fasilitas, serta melahirkan pemain dan pelatih yang bisa bersaing di level nasional hingga internasional,” terangnya.
Dalam MoU ini, kedua belah pihak menyepakati beberapa poin kerja sama penting:
1. Pengembangan kurikulum usia dini berdasarkan fase perkembangan pemain: Fundamental, Train To Learn, Train To Train, Train To Competition, dan Train To Win.
2. Pemantauan dan seleksi pemain berbakat oleh Persija Development.
3. Program pelatihan bersama dan coaching clinic untuk pelatih dan pemain.
4. Turnamen dan festival sepak bola bersama untuk meningkatkan jam terbang.
5. Pengembangan pelatih dengan lisensi D, C, dan B.
6. Pemain terpilih mendapat jalur masuk ke Akademi Persija sesuai hasil seleksi.
Adrianus menegaskan bahwa program ini tidak sekadar seremoni, tapi akan segera dilaksanakan di lapangan.
“Persija akan menyuplai kurikulum dan sistem pelatihan sesuai standar mereka, yang kemudian akan diterapkan oleh SSB PS Malaka. Tim teknis Persija akan rutin memantau pelaksanaan ini,” ujarnya.
Kurikulum tersebut akan menjadi fondasi utama untuk melatih anak-anak Malaka dengan metode yang sudah terbukti di level akademi profesional.
Persija Jakarta berkomitmen penuh dalam kerja sama ini dengan menyediakan pelatihan pelatih, kurikulum pelatihan, dan evaluasi rutin.
“Persija akan bekerja sama dengan Asprov NTT untuk pelatihan pelatih dan menjadi quality control terhadap pelaksanaan kurikulum,” tambah Adrianus.
Dukungan besar juga datang dari Pemerintah Kabupaten Malaka, yang menjadikan olahraga sebagai salah satu misi utama kepemimpinan daerah.
“Dukungan pemerintah sangat terasa, mulai dari kehadiran Bupati saat MoU, penganggaran, hingga komitmen perbaikan infrastruktur,” katanya.
Adrianus menyebutkan bahwa hasil kerja sama ini akan diarahkan untuk menghadapi kompetisi usia dini seperti Soeratin Cup U13, U15, dan U17. Keberhasilan di level ini diharapkan berimbas pada prestasi PS Malaka di ajang seperti ETMC/Liga 4 hingga promosi ke Liga 3.
“Kalau bicara target, kami ingin berprestasi sejak usia dini, dan hasilnya akan terasa di tim senior. Target jangka panjang tentu adalah promosi ke Liga 3 dan lebih tinggi lagi,” tegasnya.
Evaluasi berkala akan dilakukan secara sistematis:
Minimal tiga bulan sekali oleh tim teknis.
Kompetisi antar SSB secara mingguan.
Quality control oleh Akademi Persija untuk memastikan standar tetap dijaga.
Tak hanya berfokus pada teknik, kerja sama ini juga menyasar pembangunan infrastruktur serta program sosial.
“Kami akan melakukan perbaikan lapangan latihan dan memberikan beasiswa serta dukungan gizi bagi pemain berprestasi,” ungkap Adrianus.
Tantangan utama menurut Adrianus adalah ketersediaan infrastruktur dan pelatih berkualitas. Namun dengan peningkatan bertahap dan kerja sama yang erat dengan Persija dan Asprov NTT, tantangan ini diyakini bisa diatasi.
Adrianus berharap kerja sama ini akan menjadi titik tolak kebangkitan sepak bola Malaka.
“Harapan kami, Malaka akan harum namanya melalui sepak bola. Bukan hanya tim, tapi juga pemain dan pelatih akan menjadi kebanggaan,” tuturnya.
Sebagai penutup, Adrianus menyampaikan pesan inspiratif bagi seluruh masyarakat Malaka:
“Sepak bola adalah bersahabat, sepak bola adalah hiburan, sepak bola adalah pemersatu. Mari kita saling mendukung untuk Malaka yang harum melalui sepak bola,” pungkasnya. (uge)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Presiden Prabowo Salurkan Bantuan 985 Sapi Kurban ke Seluruh Wilayah Indonesia, Sikka Dapat Satu |
|
|---|
| Mahasiswa PBSI Unika Santu Paulus Ruteng Raih Juara Dua Lomba Debat Bahasa Indonesia |
|
|---|
| Gubernur Melki Laka Lena Tanggapi Pengunduran Diri Calon Dirut Bank NTT |
|
|---|
| Pencarian Nenek Hilang di Flores Timur Belum Membuahkan Hasil |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.