Sabtu, 9 Mei 2026

Gunung Lewotolok Erupsi

Gunung Lewotolok Lembata 208 Kali Gempa Erupsi, Warga Diminta Tetap Waspada

Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata,  Fajaruddin M. Balido, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Kamis 5 Juni 2025, periode 00:00-

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Gunung Lewotolok Lembata 208 Kali Gempa Erupsi, Warga Diminta Tetap Waspada
TRIBUNFLORES.COM / MAGMA INDONESIA
GUNUNG LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata,  Fajaruddin M. Balido, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Kamis 5 Juni 2025, periode 00:00-24:00 Wita.Gunung Lewotolok Lembata 208 Kali Gempa Erupsi, Warga Diminta Tetap Waspada 

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata,  Fajaruddin M. Balido, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Kamis 5 Juni 2025, periode 00:00-24:00 Wita.

Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau waspada.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

"Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-600 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat daya dan barat. Suhu udara sekitar 24-29°C,"tulis Fajaruddin dikutip dari laman magma.esdm.go.id Jumat 6 Juni 2025 siang.

Baca juga: 24 Jam Terakhir Gunung Lewotolok Lembata 273 Lali Gempa Erupsi, Waspada Banjir Lava dari Kawah

 

Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 208 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 11.7-40 mm, dan lama gempa 34-140 detik.

302 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2.3-15.6 mm, dan lama gempa 31-60 detik.

8 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 3.9-11.7 mm, dan lama gempa 110-248 detik.

1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 14.8 mm, S-P 1.3 detik dan lama gempa 16 detik.

1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 12.3 mm, S-P 3 detik dan lama gempa 27 detik.

2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2.5-8.8 mm, S-P 15 detik dan lama gempa 75-84 detik. 

Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved