Jumat, 8 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Jumat 6 Juni 2025,  Belajar dari Kasih Petrus kepada sang Guru

Mari simak renungan Katolik Jumat 6 Juni 2025. Tema renungan Katolik belajar dari kasih Petrus kepada sang guru.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Jumat 6 Juni 2025,  Belajar dari Kasih Petrus kepada sang Guru
TRIBUNFLORES.COM / GG
PATER JOHN - Pater John Lewar, SVD. Mari simak renungan Katolik Jumat 6 Juni 2025. Tema renungan Katolik belajar dari kasih Petrus kepada sang guru. 

Oleh: Pastor John Lewar SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Jumat 6 Juni 2025.

Tema renungan Katolik belajar dari kasih Petrus kepada sang guru.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Hari Jumat 6 Juni 2025 merupakan hari Jumat biasa Pekan VII Paskah, Peringatan fakultatif Santo Norbertus, Uskup dan Pengaku Iman, Santo Filipus, Diakon dan Penginjil, dengan warna liturgi putih.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 6 Juni 2025, Apakah Engkau Mengasihi Aku?

 

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 6 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 25:13-21

Waktu Paulus ditahan dalam penjara di kota Kaisarea, datanglah Raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Festus.

Karena mereka beberapa hari lamanya tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya, “Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Gubernur Feliks pada waktu dia pergi.

Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum. Aku menjawab mereka, bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebagai suatu anugerah sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu.

Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Pada keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu. Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhan pun tentang perbuatan jahat, seperti yang telah aku duga.

Mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang yang bernama Yesus, yang sudah mati, tetapi dengan yakin Paulus mengatakan bahwa Ia hidup.

Karena aku ragu-ragu bagaimana harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah Paulus mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ.

Tetapi Paulus naik banding, Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan, dan menunggu sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar.”

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved