Rabu, 13 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Jumat 6 Juni 2025,  Belajar dari Kasih Petrus kepada sang Guru

Mari simak renungan Katolik Jumat 6 Juni 2025. Tema renungan Katolik belajar dari kasih Petrus kepada sang guru.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Jumat 6 Juni 2025,  Belajar dari Kasih Petrus kepada sang Guru
TRIBUNFLORES.COM / GG
PATER JOHN - Pater John Lewar, SVD. Mari simak renungan Katolik Jumat 6 Juni 2025. Tema renungan Katolik belajar dari kasih Petrus kepada sang guru. 

Tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu, dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Hal ini dikatakan Yesus untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Dalam injil Yohanes (21: 15-19) ditampilkan dialog antara Yesus dan 
Petrus. Ada minat khusus terhadap figur Petrus. Dalam daftar para 
murid, dia didaftar pada urutan pertama (bdk 21: 2).
Yesus tiga kali mengajukan pertanyaan yang sama kepada Petrus. 
"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada 
mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, 
bahwa aku mengasihi Engkau." Petrus menjawab bahwa dia mengasihi 
Tuhan.

Pertanyaan yang diulang sampai tiga kali ini kadang dihubungkan dengan 
Petrus yang sampai tiga kali menyangkal Yesus. Sekarang Petrus harus 
memperbaharui hubungan kasih dan kesetiaannya kepada Yesus. Tiga 
kali dia menyangkal, maka tiga kali pula dia menyatakan kasihnya kepada 
Yesus. Namun demikia, yang terpenting adalah bahwa Yesus meminta 
ketegasan Petrus.

Yesus ingin agar petrus menyatakan kesejatian 
sikapnya terhadap Yesus; tidak hanya cintanya terhadap Yesus, tetapi 
juga kesiapannya untuk mengikuti dan melayani Yesus. Hanya dengan 
memperbaharui relasinya dengan Yesus, dia dapat menerima penugasan 
yang akan diberikan kepadanya. Yesus memberikan kepadanya perutusan 
untuk menggembalakan domba-dombaNya. Jawaban Petrus penting 
karena menjadi landasan bagi perutusan yang akan diberikanlah oleh 
Yesus. kesediaan Petrus untuk menggembalakan domba-domba Yesus 
tumbuh karena cintanya kepada Yesus.

Tugas perutusan untuk menggembalakan domba-domba Yesus mengalir 
juga dari peran yang dijalankan oleh Allah sebagai Gembala bagi 
umatNya (Mazmur 23; 77: 20 dan Yehezkiel 34). Dan juga yang 
dijalankan oleh Yesus sang gembala yang baik Yohanes 10: 1). Memang 
tugas penggembalaan seperti ini menjadi tugas setiap utusan Yesus, 
tetapi bahwa tugas ini diberikan secara khusus kepada Petrus tentu juga 
menampakkan tugas khusus Petrus dalam jemaat beriman. Peran penting 
yang dijalankan oleh Petrus sebagai pemimpin para murid baik sebelum 
maupun sesudah kepergian Yesus

Pribadi yang mengasihi bukan berarti pribadi yang tidak memiliki 
kelemahan. Kita belajar dari kasih Petrus kepada sang Guru. Ada tahap di 
mana Petrus sungguh jatuh dalam penyangkalan. Tiga kali menyatakan 
bahwa ia mengasihi Yesus, tiga kali pula Petrus telah menyangkal Yesus. 
Namun, kasih melampaui semua kelemahan manusia. Pernyataan Petrus 
akan kasihnya terhadap Yesus adalah juga pernyataan kesiapsediaan 
untuk menjadi pewarta kasih Yesus yang tangguh.

Pertanyaan yang sama juga diajukan Tuhan kepada kita, sebab kita 
menyebut diri sebagai pengikut-pengikut-Nya. Kiranya pertanyaan itu 
terus bergema dalam batin kita. Saat kita kuat dan bahagia, menjawab 
“ya” akan terasa mudah, sebab kita tengah merasakan kasih dan 
kebaikan-Nya. Namun, saat badai pencobaan menghadang hidup kita, 
apakah kita masih mampu mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan?

Jika kita sadari dengan mata iman, sesungguhnya justru pada saat-saat 
sulit, Tuhan semakin membuka diri agar kita datang kepada-Nya. Kasih 
Tuhan itu sempurna dan tidak terbatas. Meski tahu betapa lemah dan 
berdosanya kita, Ia tidak pernah berhenti memberikan berkat. Sama 
halnya dengan perjalanan iman Petrus. Meski menyangkal Yesus, kasih 
Yesus terhadapnya tidak berubah. Yesus justru mendatangi Petrus agar 
murid-Nya ini semakin yakin akan kekuatan kasih.

Dari Petrus kita belajar untuk berani memperbarui diri, yakni bangkit dari 
semua kelemahan dan dosa-dosa kita. Dari Petrus pula kita belajar 
berkomitmen untuk selalu mengarahkan hidup kepada Tuhan. Dengan ini, 
tantangan tak lantas menggoyahkan iman kita, tetapi justru menjadi 
semangat yang terus menggelora, sehingga kita dapat menyatakan kasih 
Tuhan itu kepada sesama.
Novena hari kedelapan kita mohon karunia cinta kasih kepada Tuhan dan 
sesama.

Doa:

Tuhan Yesus, meski kami sering kali jatuh dalam dosa dan 
ketidaksetiaan, namun kami ingin tetap hidup dalam belaskasihMu dan 
mengikuti panggilanMu. Ampunilah dosa dan kesalahan kami, dan 
kuatkanlah iman kami...Amin.

Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Kamis. Selamat menjalani Novena 
Pentekosta hari ke delapan . Salam doa dan berkatku untukmu dan 
keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.  (sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved