Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Jumat 6 Juni 2025, Belajar dari Kasih Petrus kepada sang Guru
Mari simak renungan Katolik Jumat 6 Juni 2025. Tema renungan Katolik belajar dari kasih Petrus kepada sang guru.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PATER-JOHN-Pater-John-Lewar-SVD.jpg)
Tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu, dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Hal ini dikatakan Yesus untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik
Dalam injil Yohanes (21: 15-19) ditampilkan dialog antara Yesus dan
Petrus. Ada minat khusus terhadap figur Petrus. Dalam daftar para
murid, dia didaftar pada urutan pertama (bdk 21: 2).
Yesus tiga kali mengajukan pertanyaan yang sama kepada Petrus.
"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada
mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu,
bahwa aku mengasihi Engkau." Petrus menjawab bahwa dia mengasihi
Tuhan.
Pertanyaan yang diulang sampai tiga kali ini kadang dihubungkan dengan
Petrus yang sampai tiga kali menyangkal Yesus. Sekarang Petrus harus
memperbaharui hubungan kasih dan kesetiaannya kepada Yesus. Tiga
kali dia menyangkal, maka tiga kali pula dia menyatakan kasihnya kepada
Yesus. Namun demikia, yang terpenting adalah bahwa Yesus meminta
ketegasan Petrus.
Yesus ingin agar petrus menyatakan kesejatian
sikapnya terhadap Yesus; tidak hanya cintanya terhadap Yesus, tetapi
juga kesiapannya untuk mengikuti dan melayani Yesus. Hanya dengan
memperbaharui relasinya dengan Yesus, dia dapat menerima penugasan
yang akan diberikan kepadanya. Yesus memberikan kepadanya perutusan
untuk menggembalakan domba-dombaNya. Jawaban Petrus penting
karena menjadi landasan bagi perutusan yang akan diberikanlah oleh
Yesus. kesediaan Petrus untuk menggembalakan domba-domba Yesus
tumbuh karena cintanya kepada Yesus.
Tugas perutusan untuk menggembalakan domba-domba Yesus mengalir
juga dari peran yang dijalankan oleh Allah sebagai Gembala bagi
umatNya (Mazmur 23; 77: 20 dan Yehezkiel 34). Dan juga yang
dijalankan oleh Yesus sang gembala yang baik Yohanes 10: 1). Memang
tugas penggembalaan seperti ini menjadi tugas setiap utusan Yesus,
tetapi bahwa tugas ini diberikan secara khusus kepada Petrus tentu juga
menampakkan tugas khusus Petrus dalam jemaat beriman. Peran penting
yang dijalankan oleh Petrus sebagai pemimpin para murid baik sebelum
maupun sesudah kepergian Yesus
Pribadi yang mengasihi bukan berarti pribadi yang tidak memiliki
kelemahan. Kita belajar dari kasih Petrus kepada sang Guru. Ada tahap di
mana Petrus sungguh jatuh dalam penyangkalan. Tiga kali menyatakan
bahwa ia mengasihi Yesus, tiga kali pula Petrus telah menyangkal Yesus.
Namun, kasih melampaui semua kelemahan manusia. Pernyataan Petrus
akan kasihnya terhadap Yesus adalah juga pernyataan kesiapsediaan
untuk menjadi pewarta kasih Yesus yang tangguh.
Pertanyaan yang sama juga diajukan Tuhan kepada kita, sebab kita
menyebut diri sebagai pengikut-pengikut-Nya. Kiranya pertanyaan itu
terus bergema dalam batin kita. Saat kita kuat dan bahagia, menjawab
“ya” akan terasa mudah, sebab kita tengah merasakan kasih dan
kebaikan-Nya. Namun, saat badai pencobaan menghadang hidup kita,
apakah kita masih mampu mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan?
Jika kita sadari dengan mata iman, sesungguhnya justru pada saat-saat
sulit, Tuhan semakin membuka diri agar kita datang kepada-Nya. Kasih
Tuhan itu sempurna dan tidak terbatas. Meski tahu betapa lemah dan
berdosanya kita, Ia tidak pernah berhenti memberikan berkat. Sama
halnya dengan perjalanan iman Petrus. Meski menyangkal Yesus, kasih
Yesus terhadapnya tidak berubah. Yesus justru mendatangi Petrus agar
murid-Nya ini semakin yakin akan kekuatan kasih.
Dari Petrus kita belajar untuk berani memperbarui diri, yakni bangkit dari
semua kelemahan dan dosa-dosa kita. Dari Petrus pula kita belajar
berkomitmen untuk selalu mengarahkan hidup kepada Tuhan. Dengan ini,
tantangan tak lantas menggoyahkan iman kita, tetapi justru menjadi
semangat yang terus menggelora, sehingga kita dapat menyatakan kasih
Tuhan itu kepada sesama.
Novena hari kedelapan kita mohon karunia cinta kasih kepada Tuhan dan
sesama.
Doa:
Tuhan Yesus, meski kami sering kali jatuh dalam dosa dan
ketidaksetiaan, namun kami ingin tetap hidup dalam belaskasihMu dan
mengikuti panggilanMu. Ampunilah dosa dan kesalahan kami, dan
kuatkanlah iman kami...Amin.
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Kamis. Selamat menjalani Novena
Pentekosta hari ke delapan . Salam doa dan berkatku untukmu dan
keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News