Gunung Lewotobi Erupsi
24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata Alami 198 Kali Gempa Letusan
Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Syawaludin, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Senin 9 Juni 2025, periode 00:00-24:00 Wita.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/24-Jam-Terakhir-Gunung-Lewotolok-Lembata-Alami-198-Kali-Gempa-Letusan.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Syawaludin, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Senin 9 Juni 2025, periode 00:00-24:00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau waspada.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 25-30°C,"tulis Syawaludin dikutip dari laman magma.esdm.go.id Selasa 10 Juni 2025 pagi.
Baca juga: Kondisi 24 Jam Terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki, 3 Kali Harmonik
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 198 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 17.9-40 mm, dan lama gempa 28-90 detik.
310 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2-17.3 mm, dan lama gempa 20-61 detik.
1 kali Harmonik dengan amplitudo 2.7 mm, dan lama gempa 143 detik.
6 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 4.1-12.5 mm, dan lama gempa 102-207 detik.
1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2.4 mm, S-P 0.8 detik dan lama gempa 10 detik.
21 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 7.6-40 mm, S-P 2.6-5.9 detik dan lama gempa 20-47 detik.
1 kali gempa Terasa, skala II MMI dengan amplitudo 31.2 mm, S-P 3.3 detik dan lama gempa 38 detik.
2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2.1-2.4 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 58-78 detik.
Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.