Berita Kota Kupang
Damkar Kota Kupang Evakuasi Monyet Liar dari Kupang Montessori School
suasana belajar di Kupang Montessori School, Jalan Perintis Kemerdekaan No. I, Kelapa Lima, Kota Kupang, mendadak heboh, Senin (16/6/2025). Seekor mon
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Petugas-Damkar-Kota-Kupang.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro
POS-KUPANG.COM, KUPANG — Suasana belajar di Kupang Montessori School, Jalan Perintis Kemerdekaan No. I, Kelapa Lima, Kota Kupang, mendadak heboh, Senin (16/6/2025). Seekor monyet liar dengan bobot sekitar 4 kilogram tiba-tiba muncul dan masuk ke dalam salah satu ruang kelas, membuat guru dan siswa panik.
Beruntung, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kupang Regu 2 dengan sigap merespons laporan yang masuk pukul 08.40 WITA dari salah satu guru sekolah tersebut. Hanya dalam waktu 3 menit, enam personel Damkar sudah tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi.
“Untuk kronologi pastinya, warga di sekitar belakang Gereja Kota Baru sudah terganggu sejak kemarin, tapi belum melapor. Baru pagi ini ada laporan resmi dari salah satu guru karena monyet masuk ruang kelas,” jelas Ronald Malelak, petugas Damkar Regu 2 yang memimpin evakuasi.
Baca juga: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Maumere Gelar Sosialisasi Antikorupsi Eksternal
Pihak sekolah telah mengunci ruangan agar monyet tidak kabur, dan petugas pun masuk untuk melakukan penjinakan. Tanpa alat khusus, hanya berbekal sarung tangan, Ronald dan tim perlahan mengelus kaki hingga kepala monyet untuk menenangkan hewan tersebut.
“Awalnya tidak terlalu agresif, tapi saat akan ditangkap sempat berontak dan coba menyerang balik,” jelasnya. Meski begitu, tim berhasil menangkap dan mengisolasi monyet tersebut tanpa insiden berarti.
“Kita bersyukur tim yang ada cukup terampil dalam penanganan hewan liar seperti ini,” tambahnya.
Evakuasi berlangsung selama sekitar 30 menit. Meski tidak ada korban, aktivitas belajar sempat terhenti dan para siswa serta guru panik.
Monyet dengan bobot sekitar 4 kilogram itu kemudian diserahkan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.
Ronald mengimbau masyarakat dan sekolah agar tetap tenang bila menghadapi situasi serupa.
“Jangan panik, kunci hewan di ruangan aman, dan segera hubungi petugas. Panik hanya akan membuat hewan jadi agresif,” pungkasnya. (uge)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Kantor Pelayanan Pajak Pratama Maumere Gelar Sosialisasi Antikorupsi Eksternal |
|
|---|
| Empat CV Rebut Proyek Rp 11 Miliar di Flotim, Kadis PUPR : Proyek Rabat Beton |
|
|---|
| Warga eks Timor Timur Tidak Mau Direlokasi ke Perumahan yang Dibangun Pemerintah |
|
|---|
| Soal Status Kewarganegaraan Hambali, Menko Yusril: Masih Belum Dapat Dipastikan |
|
|---|