Rabu, 15 April 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 21 Juni 2025, Kekuatan dalam Kelemahan

Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 21 Juni 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu kekuatan dalam kelemahan.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Sabtu 21 Juni 2025, Kekuatan dalam Kelemahan
TRIBUNFLORES.COM / HO-FANY
ALTAR GEREJA KATOLIK - Altar gereja Katolik di Kemah Tabor Mataloko, Ngada, NTT, Februari 2025.Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 21 Juni 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu kekuatan dalam kelemahan. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 21 Juni 2025.

Tema renungan harian Katolik yaitu kekuatan dalam kelemahan.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Hari Sabtu 21 Juni 2025 merupakan hari Sabtu biasa, Peringatan Wajib fakultatif Santo Aloysius Gonzaga, Biarawan dan Pengaku Iman, dengan Warna liturgi putih.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Sabtu 21 Juni 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 21 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama 2Kor 12:1-10

Aku suka bermegah atas kelemahanku.

Saudara-saudara, aku harus bermegah, sekalipun hal ini memang tidak ada faedahnya. Namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. 

Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lalu, entah di dalam tubuh, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allahlah yang tahu orang itu tiba-tiba diangkat ke surga, ke tingkat yang ketiga. Aku juga tahu tentang orang itu, (entah di dalam tubuh, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allahlah yang tahu), ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. 

Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menilai aku lebih daripada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.

Saudara-saudara, agar aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, agar aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 

Tetapi jawab Tuhan kepadaku, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, agar kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, siksaan, kesukaran, penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved