Sabtu, 18 April 2026

Injil Katolik

Laura dan Olivia Bangga, Anak Perbatasan Terluar NTT Tembus Universitas Indonesia

Laura Jacindi Seran (17), anak keempat dari empat bersaudara, adalah salah satu siswa yang lolos di program S1 Pendidikan Dokter Gigi UI. 

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Laura dan Olivia Bangga, Anak Perbatasan Terluar NTT Tembus Universitas Indonesia
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
POSE - Kepala Sekolah SMAK Suria Atambua, Romo Benyamin Seran, Pr didampingi Romo Eman Kiik Mau pose bersama delapan siswa yang berhasil lolos seleksi masuk Universitas Indonesia (UI) melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) tahun 2025. Sabtu (21/6/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

TRIBUNFLORES.COM, ATAMBUA - SMA Katolik Suria Atambua kembali berhasil mencetak sejarah baru. Dari 440 siswa lulusan SMAK Suria tahun ajaran 2024/2025, sebanyak delapan siswa berhasil lolos seleksi masuk Universitas Indonesia (UI) melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) yang diperuntukkan bagi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). 

Sabtu (21/6/2025), kepada Pos Kupang, Laura Jacindi Seran dan Olivia Shania Mauk mengaku sangat senang dan bangga bisa lolos di Universitas ternama di Indonesia.

Laura Jacindi Seran (17), anak keempat dari empat bersaudara, adalah salah satu siswa yang lolos di program S1 Pendidikan Dokter Gigi UI. 

Baca juga: 22 Tahun Program Studi Guru Sekolah Dasar Unika St Paulus Ruteng, Transformasi Menuju Prodi Unggul

 

Gadis kelahiran 22 Januari 2008 ini mengaku keberhasilannya ini di persembahan untuk almarhum Ayahnya, Agustinus Seran dan untuk sang ibu tercinta, Rosina Seuk Bria bersama keluarga. 

“Saya persembahkan keberhasilan ini untuk Almarhum Bapa dan juga khusus untuk mama, yang telah membesarkan kami seorang diri. Bisa lolos ke Universitas Indonesia adalah mimpi besar saya sejak kecil,” ujar Laura. 

Motivasi Laura memilih jurusan kedokteran gigi bukan tanpa alasan. Ia melihat kenyataan bahwa dari 17 puskesmas di Kabupaten Belu, hanya 4 yang memiliki dokter gigi. 

“Saya ingin mengabdi di bidang kesehatan, khususnya pelayanan gigi dan mulut yang masih sangat terbatas di Kabupaten Belu ini,” jelasnya.

Bagi Laura, UI bukan hanya sekadar kampus impian. Ia menilai Fakultas Kedokteran Gigi UI sebagai institusi unggulan dengan kurikulum berbasis kompetensi, fasilitas terbaik, serta komitmen kuat terhadap pengabdian masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru dan Pemerintah Kabupaten Belu yang membuka peluang kerja sama dengan UI. 

“Kami sadar, dari wilayah 3T seperti Belu, sangat tidak mudah menembus kampus top seperti UI. Ini berkah yang besar, dan kami mohon dukungan pemerintah untuk beasiswa agar kami dapat melanjutkan pendidikan tanpa beban berat di biaya,” ujarnya.

Hal yang sama pun di ungkapkan Olivia Shania Mauk (18). Ia juga mengaku sangat senang dan bangga saat mengetahui dirinya diterima sebagai calon mahasiswa UI, D3 Administrasi Perpajakan. 

Siswi jurusan Bahasa ini adalah anak pertama dari 2 bersaudara pasangan dari Aloysius Anselmus Mauk dan Maria Goreti Luta. 

“Sebagai anak dari daerah perbatasan yang langsung berbatasan dengan Timor Leste, saya sangat bangga bisa bersaing dan diterima di Universitas terbaik di Indonesia. Ini mimpi besar bagi anak-anak 3T seperti saya,” ungkap Olivia.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved