Selasa, 9 Juni 2026

Injil Katolik

Laura dan Olivia Bangga, Anak Perbatasan Terluar NTT Tembus Universitas Indonesia

Laura Jacindi Seran (17), anak keempat dari empat bersaudara, adalah salah satu siswa yang lolos di program S1 Pendidikan Dokter Gigi UI. 

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Laura dan Olivia Bangga, Anak Perbatasan Terluar NTT Tembus Universitas Indonesia
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
POSE - Kepala Sekolah SMAK Suria Atambua, Romo Benyamin Seran, Pr didampingi Romo Eman Kiik Mau pose bersama delapan siswa yang berhasil lolos seleksi masuk Universitas Indonesia (UI) melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) tahun 2025. Sabtu (21/6/2025). 

Ia menyampaikan motivasi memilih UI dilandasi oleh keinginannya menjadi individu yang terampil, berdaya saing, dan mampu membawa nama baik Kabupaten Belu. Ia percaya bahwa lulusan UI adalah akademisi terbaik yang berkontribusi besar bagi bangsa.

Ia menceritakan sejak kelas 10 sudah mulai mempersiapkan diri secara konsisten dan menjaga prestasi akademik, mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, serta membiasakan belajar teratur meski di tengah keterbatasan fasilitas.

“Saya berkomitmen untuk belajar sungguh-sungguh, lulus tepat waktu, dan kelak kembali ke daerah untuk memberikan kontribusi nyata,” tegasnya.

Olivia juga berharap agar kedepan almamaternya, SMAK Suria, terus mencetak generasi terbaik. 

“Semoga Suria terus bersinar dan menghasilkan alumni-alumni hebat yang bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Indonesia yang telah memberi kesempatan yang sama kepada anak-anak dari daerah perbatasan. 

Sebelumya, Kepala Sekolah SMAK Suria Atambua, Romo Benyamin Seran, Pr, mengungkapkan keberhasilan ini menjadi catatan sejarah bagi SMAK Suria pada akhir tahun ajaran 2024/2025, di mana dari 440 siswa yang lulus, delapan orang di antaranya berhasil menembus salah satu universitas terbaik di Indonesia.

“Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa, karena baru tahun ini Kabupaten Belu bisa mengikuti program PPKB wilayah 3T setelah menjalin komunikasi intensif dengan pihak Universitas Indonesia dan Pemda Belu melalui Bupati Belu, Willybrodus Lay,” ujar Romo Min yang akrab disapa, saat ditemui Pos Kupang diruang kerjanya. Sabtu (21/6/2025). 

Ia menjelaskan, awalnya sekolah hanya mendapat kuota untuk mendaftarkan 10 siswa terbaik ke UI. Dari proses seleksi yang ketat, delapan siswa berhasil lolos hingga tahap akhir. Dua siswa lainnya gugur pada seleksi tahap pertama.

“Seleksi tidak hanya berdasarkan nilai akademik, tetapi juga mempertimbangkan rekomendasi dari sekolah, keaktifan siswa, dan data dukung lainnya. Semua data kemudian diverifikasi ulang oleh pihak UI untuk memastikan keasliannya,” tambahnya.

Dari delapan siswa yang diterima, empat orang lolos ke program Sarjana (S1) reguler dan empat lainnya ke program vokasi UI. Bahkan, dua siswa berhasil masuk ke Program Studi Pendidikan Kedokteran dan satu orang ke Pendidikan Dokter Gigi. 

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH pada Selasa (17/6/2025) saat bertemu dengan Kepala Sekolah SMA Suria Atambua dan Kepala Sekolah SMA St Angela Atambua, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak Universitas Indonesia, khususnya Rektor dan para profesor yang telah membuka ruang akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di daerah perbatasan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Rektor UI dan seluruh jajarannya. Ini adalah bukti nyata komitmen UI dalam mendukung pemerataan akses pendidikan di wilayah 3T. Anak-anak Belu kini punya kesempatan belajar di salah satu kampus terbaik di Indonesia,” ujar Bupati Willy Lay di Atambua, .

Jalur PPKB UI 3T merupakan bentuk afirmasi dari UI untuk memberikan kesempatan kepada siswa-siswi berprestasi dari daerah yang secara geografis dan akses pendidikan tergolong tertinggal. 

"Program ini mampu membuka jalan bagi anak-anak dari wilayah perbatasan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi ternama. Kita berharap ini menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Kabupaten Belu dan wilayah 3T lain di Indonesia, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi," tutupnya. 
(gus) 

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved