Gunung Lewotolok Erupsi
Gunung Lewotolok Lembata NTT Alami 155 Kali Gempa Letusan
Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Minggu 22 Juni 2025, periode 00:00-
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gunung-Lewotolok-Lembata-NTT-Alami-155-Kali-Gempa-Letusan.jpg)
Meletus Bersamaan
Sebelumya, dua gunung api aktif di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lewotolok dan Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi bersamaan, Selasa, 17 Juni 2025.
Erupsi gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur terjadi pukul 17.35 Wita. 23 menit setelah letusan dengan tinggi abu 10 kilometer pada gunung level IV (Awas) itu, giliran Gunung Lewotolok erupsi setinggi 900 meter. Statusnya masih level II (Waspada).
Aktivitas bak gayung bersambut ini diabadikan dalam video dan foto. Warga memposting peristiwa alam itu ke laman media sosial, salah satunya Andre Kriting, warga Lembata.
Foto siluet itu sungguh indah dipandang mata. Meski tidak berdiri sejajar, namun abu letusan Lewotobi Laki-laki yang membumbung tinggi membuat jarak keduanya terlihat dekat. Dua gunung ini terletak di pulau berbeda, Flores dan Lembata.
"Erupsi dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi ± 1 menit 21 detik," kata pengamat Gunung Api Ili Lewotolok via laporan tertulis.
Keadaan di sekitar Lewotobi Laki-laki semakin mencekam. Letusan dahsyat kali ini membuat sejumlah warga di radius aman mengungsi ke desa tetangga lantaran permukiman dilanda pasir dan kerikil.
Seperti Desa Pululera, Boru, dan Waiula, Kecamatan Wulanggitang, yang radiusnya di atas tujuh kilometer dari Lewotobi Laki-laki tak lagi jika ada peningkatan aktivitas erupsi.
Khawatir akan terjadi hal buruk di luar dugaan, beberapa warga Waiula memutuskan pergi ke Desa Riang Baring, Kecamatan Ile Bura. Jarak cukup aman, namun wilayah itu berada dalam zona terkunci lantaran tidak ada jalur evakuasi alternatif jika terjadi eskalasi letusan.
Desa Pululera, tempat berkantor POS PGA Lewotobi Laki-laki, juga tak luput dari material pasir. Warga di sana menuturkan, Kepala Desa Pululera, Paulus Sony Sang Tukan, meminta mereka segera mengosongkan kampung ke Desa Nileknoheng.
Sementara warga Boru, kebanyakan memilih mengungsi ke desa-desa di Kabupaten Sikka.
"Warga sudah mengungsi, tinggal kami satu dua orang saja. Tadi ada yang berkumpul di gereja, lalu evakuasi secara mandiri dengan motor dan mobil," ujar Tony Tukan, perangkat Desa Pululera via sambungan telepon.
Tony menuturkan, persediaan masker sisa bantuan saat awal bencana November 2024 sudah habis. Saat ini, kadar abu masih tebal. Dia khawatir kelompok rentan dengan bawaan gangguan pernapasan bisa kambuh.
Status Lewotobi Laki-laki telah dinaikan dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas). Warga diminta tidak melakukan apapun dalam radius 7 kilometer dan sektoral barat daya-timur laut 8 kilometer. (Sumber magma.esdm/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News