Kamis, 30 April 2026

Gunung Lewotobi Erupsi

Gunung Lewotolok di Lembata NTT 1 Kali Gempa Hembusan 6 Jam Terakhir

Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yohanes Kolli Sorywutun, melaporkan kondisi gunung selama 6 jam terakhir Rabu 25 Juni 2025, periode 12:00

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Gunung Lewotolok di Lembata NTT 1 Kali Gempa Hembusan 6 Jam Terakhir
TRIBUNFLORES.COM / MAGMA INDONESIA
GUNUNG LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yohanes Kolli Sorywutun, melaporkan kondisi gunung selama 6 jam terakhir Rabu 25 Juni 2025, periode 12:00-18:00 Wita.Gunung Lewotolok di Lembata NTT 1 Kali Gempa Hembusan 6 Jam Terakhir 

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yohanes Kolli Sorywutun, melaporkan kondisi gunung selama 6 jam terakhir Rabu 25 Juni 2025, periode 12:00-18:00 Wita.

Gunung Ili Lewotolok saat ini Level IV atau AWAS.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

"Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 200-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 23-29°C,"tulis Yohanes dikutip dari laman magma.esdm.go.id Rabu 25 Juni 2025 malam.

Baca juga: Skill Bagus, Harga Terjangkau, Intip Usaha Penyintas Lewotobi di Pengungsian

 

Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 1 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 7.4 mm, dan lama gempa 24 detik.

7 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 4.4-7.4 mm, dan lama gempa 109-158 detik.

1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 4.4 mm, dan lama gempa 22 detik.

2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3.7-4.4 mm, S-P 1.3-1.9 detik dan lama gempa 13-14 detik.

1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4.4 mm, S-P 10.6 detik dan lama gempa 35 detik.

Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved