Jumat, 24 April 2026

Gunung Lewotolok Status Siaga

6 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata Alami 83 Kali Gempa Letusan

Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Fajaruddin M. Balido, melaporkan kondisi gunung selama 6 jam terakhir Sabtu 5 Juli 2025, periode 00:00-06

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto 6 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata Alami 83 Kali Gempa Letusan
TRIBUNFLORES.COM/MAGMA INDONESIA
GUNUNG API LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Fajaruddin M. Balido, melaporkan kondisi gunung selama 6 jam terakhir Sabtu 5 Juli 2025, periode 00:00-06:00 Wita. 6 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata Alami 83 Kali Gempa Letusan. 

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Fajaruddin M. Balido, melaporkan kondisi gunung selama 6 jam terakhir Sabtu 5 Juli 2025, periode 00:00-06:00 Wita.

Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau siaga.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

"Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 25-50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat daya dan barat. Suhu udara sekitar 24-25°C,"tulis  dikutip dari laman magma.esdm.go.id Sabtu 5 Juli 2025 pagi.

Baca juga: Gunung Lewotolok Lembata Kembali Erupsi Jumat Malam, Terlihat Sinar Api di Atas Puncak 

 

Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 83 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 13.6-40 mm, dan lama gempa 38-40 detik.

46 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2.1-9.7 mm, dan lama gempa 30-39 detik.

2 kali Harmonik dengan amplitudo 2.9-4.5 mm, dan lama gempa 139-253 detik.

7 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2.1-7.8 mm, dan lama gempa 106-260 detik.


Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved