Sabtu, 25 April 2026

Gunung Lewotolok Status Waspada

Gunung Lewotolok Lembata 4 Kali Gempa Letusan 66 Kali Hembusan

Gunung Lewotolok Lembata 4 Kali Gempa Letusan 66 Kali Hembusan.Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau Waspada.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Gunung Lewotolok Lembata 4 Kali Gempa Letusan 66 Kali Hembusan
TRIBUNFLORES.COM / MAGMA INDONESIA
GUNUNG LEWOTOLOK - Gunung Lewotolok Lembata, NTT, Sabtu (25/4/2026). Gunung Lewotolok Lembata 4 Kali Gempa Letusan 66 Kali Hembusan.Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau Waspada. 

Ringkasan Berita:
  • Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung 24 jam terakhir, Jumat (24/4/2026) pukul 00.00 -24.00 Wita.
  • Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau Waspada.
  • Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung 24 jam terakhir, Jumat (24/4/2026) pukul 00.00 -24.00 Wita.

Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau Waspada.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

"Berdasarkan pengamatan visual,Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah barat dan barat laut,"tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id  Sabtu (25/4/2026).

Sementara berdasarkan pengamatan klimatologi cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 24-30°C.

Baca juga: Gunung Lewotolok Lembata Meletus Dini Hari Tadi, 8 Kali Gempa Erupsi 24 Jam Terakhir

Gempa Letusan 

Ia menyampaikan berdasarkan pengamatan kegempaan, gunung Lewotolok 4 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 15.6-19.5 mm, dan lama gempa 25-37 detik.

66 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.6-7.6 mm, dan lama gempa 32-40 detik.

1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3.3 mm, S-P 0.8 detik dan lama gempa 11.7 detik.

5 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 6.2-27.2 mm, S-P 5.5-7 detik dan lama gempa 32-47 detik.

2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2.7-3.9 mm, S-P 14 detik dan lama gempa 46-125 detik.

Rekomendasi

Pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved