Kamis, 30 April 2026

Gunung Lewotolok Erupsi

24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata 142 Kali Gempa Erupsi

Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Senin 7 Juli 2025, periode 00:00-2

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto 24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata 142 Kali Gempa Erupsi
TRIBUNFLORES.COM / MAGMA INDONESIA
GUNUNG LEWOTOLOK -Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Senin 7 Juli 2025, periode 00:00-24:00 Wita.24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata 142 Kali Gempa Erupsi 

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Senin 7 Juli 2025, periode 00:00-24:00 Wita.

Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau siaga.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

Baca juga: Gunung Lewotolok Lembata NTT 36 Kali Gempa Erupsi 6 Jam Terakhir

 

"Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 25-200 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 20-31°C,"tulis Stanislaus dikutip dari laman magma.esdm.go.id Selasa 8 Juli 2025 pagi.

Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 142 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 9.4-40 mm, dan lama gempa 27-70 detik.

120 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 0.9-15.6 mm, dan lama gempa 22-55 detik.

1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 5.7 mm, S-P 1 detik dan lama gempa 15 detik.

1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 3.9 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 18 detik.

3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3.4-5.3 mm, S-P 9.7 detik dan lama gempa 52-105 detik.

Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved