Piala Soeratin U 15
Menang Drama Adu Pinalti, BMP Flores Timur Juara Soeratin Cup U 15
Partai final Soeratin Cup U-15 NTT 2025 antara BMP Flores Timur dan PS Malaka berlangsung sengit dan penuh tensi di Stadion Oepoi, Kupang, Senin (7/7/
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Partai final Soeratin Cup U-15 NTT 2025 antara BMP Flores Timur dan PS Malaka berlangsung sengit di Stadion Oepoi, Kupang, Senin (7/7/2025).
Laga berakhir imbang 0-0 hingga babak tambahan waktu, sebelum akhirnya BMP Flores Timur keluar sebagai juara usai memenangi drama adu penalti dengan skor akhir 5-4.
Pertandingan yang disaksikan langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melky Laka Lena, dan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, menjadi penutup sempurna dari turnamen usia muda bergengsi tersebut. Kedua kepala daerah tampak antusias menyaksikan aksi para pemain muda dari pinggir lapangan.
Baca juga: Sejumlah Bandara di NTT Ditutup Sementara Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Sambutan Penutupan Ketua PSSI NTT
Dalam sambutan penutupnya, Ketua Asprov PSSI NTT, Chris Mboeik, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi serta pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya turnamen ini.
“Selamat malam untuk semua tim yang sudah berlaga, adik-adik, para pelatih, official, serta penonton yang setia mengikuti turnamen ini dari awal hingga malam hari ini,” ujar Chris.
Ia menjelaskan bahwa Soeratin Cup U-13 dan U-15 merupakan turnamen resmi yang digelar setiap tahun sesuai mandat PSSI pusat. “Turnamen ini bagian dari sistem pembinaan berjenjang yang puncaknya akan menuju Liga 4 atau ETMC. Kita patut bangga karena dalam dua minggu terakhir ini, NTT sukses menyelenggarakan U-13 dan U-15 secara lancar dan kompetitif,” ungkapnya.
Chris juga mengumumkan bahwa turnamen Soeratin U-17, yang juga akan menjadi Piala Gubernur NTT 2025, akan dimulai pada 18 Juli 2025. “Saat ini sudah ada 20 tim yang mendaftar. Kami masih membuka pendaftaran hingga hari-hari terakhir, dan berharap bisa mencapai 32 tim seperti tahun lalu,” jelasnya.
Turnamen U-17 ini, lanjut Chris, menjadi momentum penting karena juga berfungsi sebagai ajang seleksi pemain menuju tingkat nasional, termasuk untuk ajang Popnas. “Siapa pun yang berusia 17 tahun hari ini, akan berusia 21 tahun di 2028, dan itu adalah usia emas untuk masuk tim nasional. Karena itu, turnamen ini menjadi sangat penting dalam menjaring talenta sepak bola NTT,” katanya.
Chris juga menegaskan komitmen PSSI NTT untuk menggelar turnamen sepak bola putri U-17, mengingat NTT akan menjadi tuan rumah PON.
“Kita harus tampil baik sebagai tuan rumah, baik di sektor putra maupun putri. Jadi tahun ini sepak bola putri U-17 wajib digelar sebagai bagian dari persiapan PON,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Chris memberikan semangat kepada para pemain. “Kepada tim-tim juara, terus kembangkan bakat dan persiapkan diri untuk putaran nasional. U-13 akan berlaga di Surabaya dan U-15 di Yogyakarta pada awal September. Kita ingin anak-anak NTT tidak hanya ikut, tapi juga bisa berbicara banyak di tingkat nasional,” pungkasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.