Unika Santu Paulus Ruteng

Prodi Teknik Sipil Unika Ruteng Gelar Kuliah Pakar, Kupas Isu Geoteknik dan Daerah Rawan Longsor

Daerah kita sedang giat membangun. Jalan-jalan baru dibuka, permukiman berkembang di lereng-

Editor: Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM/HO-HUMAS UNIKA RUTENG
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar Kuliah Pakar bersama Prof. Ir. Widjojo Adi Prakoso, M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini berlangsung pada Senin,7 Juli 2025 di Aula Gedung Utama Timur (GUT) dan mengusung tema “Stabilitas Lereng di Wilayah Rawan Longsor: Kajian Teknik dan Implementasi di Lapangan”. 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar Kuliah Pakar bersama Prof. Ir. Widjojo Adi Prakoso, M.Sc., Ph.D. 

Kegiatan ini berlangsung pada Senin,7 Juli 2025 di Aula Gedung Utama Timur (GUT) dan mengusung tema “Stabilitas Lereng di Wilayah Rawan Longsor: Kajian Teknik dan Implementasi di Lapangan”. 

Dalam sambutannya, Ir. Patrisius Valdoni Sandi, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Sipil, menegaskan pentingnya memahami stabilitas lereng secara komprehensif.

Menurutnya memahami stabilitas lereng sangat penting untuk dipahami terutama dalam konteks pembangunan yang terus berkembang di wilayah pegunungan. 

 

Baca juga: Bernardus Beding Apresiasi Pelatihan Jurnalistik di Kampus Unika Santo Paulus Ruteng 

 

 

“Daerah kita sedang giat membangun. Jalan-jalan baru dibuka, permukiman berkembang di lereng-lereng, dan kegiatan ekonomi meningkat” ungkapnya. 

Lanjutnya, Pembangunan yang aman dan berkelanjutan hanya dapat dicapai jika prinsip-prinsip teknik geoteknik diterapkan secara bijak dan kontekstual.

Output Prodi Teknik Sipil Unika Ruteng 

“Kuliah pakar ini menjadi bagian dari upaya Program Studi untuk membentuk lulusan yang tidak hanya kuat secara teoretis, tetapi juga tanggap terhadap tantangan nyata pembangunan daerah” tegasnya. 

Sebelum mengakhiri sambutannya dan membuka kegiatan itu, ia juga menyampaikan bahwa  kegiatan ini memperkuat kesadaran akan pentingnya rekayasa yang reflektif. 

“Tidak hanya itu tetapi juga memperkuat kesadaran kontekstual yang berpihak pada keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan” tutupnya sekaligus membuka kegiatan itu secara resemi pada pukul 09.00 WITA. 

Prof. Ir. Widjojo Adi Prakoso, M.Sc., Ph.D., pakar geoteknik nasional sekaligus guru besar Teknik Sipil Universitas Indonesia hadir secara Daring sebagai narasumber utama. 

Beliau juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) selama dua periode yakni periode 2019-2023 dan 2023- 2027. 

Untuk memperlancar seluruh rangakain pemaparan materi dan sesi diskusi, Narasumber Utama dibantu oleh Moderator, Kasmir Gon, S.T., M.T., IPM yang adalah Dosen Senior Prodi itu. 

Tujuh Aspek Crucial dalam Studi dan Praktik Stabilitas Lereng

Dalam pemaparannya, Prof. Widjojo membahas tujuh aspek penting dalam studi dan praktik stabilitas lereng, yaitu: kondisi geoteknik & program penyelidikan geoteknik, kriteria perancangan lereng, lereng batuan, metode analisis, kelongsoran akibat gempa, perkuatan lereng, dan perubahan iklim serta kelongsoran. 

Prof. Widjojo membahas materinya berdasarkan data dan studi kasus nyata, termasuk kondisi geoteknik khas wilayah timur Indonesia.

Manggarai, Daerah Rentan Bencana 

Ia menyoroti bahwa wilayah Kabupaten Manggarai secara geologi dan topografi tergolong sangat rentan terhadap bencana alam berupa gerakan tanah dan longsor, terutama pada musim hujan. 

Ketum HATTI itu menjelaskan bahwa ada beberapa titik di wilayah Manggarai menunjukkan fenomena tanah bergerak yang berlangsung terus-menerus, menyebabkan kerusakan jalan, bangunan, hingga mengancam permukiman. 

“Pendekatan geoteknik harus berbasis data lokal, memperhatikan dinamika air tanah, dan mengintegrasikan mitigasi risiko ke dalam perencanaan infrastruktur secara menyeluruh” jelasnya.

Pada sesi diskusi yang berlangsung dinamis, Para dosen dan mahasiswa aktif membicarakan kemungkinan penerapan strategi teknis seperti stabilisasi lereng, perkuatan tanah, dan sistem drainase adaptif untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Kuliah ini diikuti oleh seluruh civitas akademika Program Studi Teknik Sipil, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, dalam rangka memperdalam pemahaman teknis mereka terhadap isu geoteknik dan bencana tanah longsor, khususnya di wilayah timur Indonesia termasuk Manggarai.

Penulis Berita: Selvianus Hadun

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved