Sabtu, 11 April 2026

Berita Kota Kupang

Wali Kota Kupang: Hantavirus Tidak Menular Antar Manusia

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan penjelasan resmi terkait temuan satu kasus positif hantavirus pada seorang warga Kota Kupang. 

Tayang:
Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Wali Kota Kupang: Hantavirus Tidak Menular Antar Manusia
TRIBUNFLORES.COM/HO-IST
ILUSTRASI -  Gambar ilustrasi. Seorang warga Kupang terkonfirmasi positif hantavirus.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan penjelasan resmi terkait temuan satu kasus positif hantavirus pada seorang warga Kota Kupang. 

Kasus ini terungkap setelah hasil pemeriksaan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) Salatiga serta investigasi epidemiologi yang dilakukan oleh tim Surveilans Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam keterangannya, dr. Christian menegaskan bahwa hantavirus adalah penyakit zoonosis, yakni penyakit yang menular dari hewan ke manusia, dan bukan ditularkan antar manusia.

"Jadi, faktornya adalah tikus. Hewan tikus ini yang membawa virus itu," ujar dr. Christian melalui sambungan telepon kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 10 Juli 2025.

Baca juga: Gemuruh Lonceng dan Syair Leluhur: Festival Hus Ndeo Menggema di Tanah Nusak Lailete

 

 

"Ini bukan seperti flu atau batuk yang menular dari manusia ke manusia. Penularan hantavirus ini murni dari hewan, dalam hal ini tikus, ke manusia," tegasnya.

Lebih lanjut, dr. Christian menjelaskan bahwa virus dapat menular jika manusia bersentuhan dengan urin, air liur, atau kotoran tikus, baik secara langsung maupun melalui makanan yang terkontaminasi.

"Seperti penyakit kencing tikus, jika air kencing tikus mengenai makanan atau tangan, lalu tangan tersebut menyentuh makanan dan dimakan, maka bisa tertular," jelasnya.

Terkait kasus tersebut, dr. Christian mengungkapkan bahwa warga yang dinyatakan positif hantavirus sempat tinggal di Salatiga selama sembilan bulan.

Oleh karena itu, masih ditelusuri apakah infeksi terjadi di Salatiga atau setelah yang bersangkutan kembali ke Kupang.

Sebagai bentuk antisipasi, kata dr. Christian, dirinya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk segera mengaktifkan surveilansnya di lingkungan tempat tinggal pasien dan melakukan penangkapan tikus untuk diuji di laboratorium.

"Surveilans sudah diaktifkan. Tikus-tikus di lokasi tersebut sedang ditangkap dan diperiksa di laboratorium untuk diambil sampel," jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap menjaga kebersihan lingkungan, serta membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Perilaku hidup bersih dan sehat itu harus selalu dijaga. Masyarakat tidak perlu khawatir. Situasi masih aman dan terkendali," pungkasnya.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved