Jumat, 10 April 2026

Gunung Lewotobi Erupsi

Gunung Api Lewotobi Laki-laki 2 Kali Gempa Hembusan, 1 Kali Tremor Non-Harmonik 

Petugas Posmat Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Yohanes Kolli Sorywutun, melaporkan kondisi Lewotobi Laki-laki selama 24 jam terakhir, Minggu 13 Juli 20

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Gunung Api Lewotobi Laki-laki 2 Kali Gempa Hembusan, 1 Kali Tremor Non-Harmonik 
TRIBUNFLORES.COM / MAGMA INDONESIA
GUNUNG LEWOTOBI - Petugas Posmat Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Yohanes Kolli Sorywutun, melaporkan kondisi Lewotobi Laki-laki selama 6 jam terakhir, Minggu 13 Juli 2025, periode 00:00-06.00 Wita.Gunung Api Lewotobi Laki-laki 2 Kali Gempa Hembusan, 1 Kali Tremor Non-Harmonik. 

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOBI - Petugas Posmat Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Yohanes Kolli Sorywutun, melaporkan kondisi Lewotobi Laki-laki selama 6 jam terakhir, Minggu 13 Juli 2025, periode 00:00-06.00 Wita.

Saat ini gunung Lewotobi Laki-laki Level IV (AWAS).

Gunung Api Lewotobi Laki-laki terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.5389°LU, Longitude 122.7682°BT dan memiliki ketinggian 1584 mdpl.

"Pengamatan visual Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara dan timur laut. Suhu udara sekitar 19-24°C," tulis  Yohanes dikutip dari laman magma.esdm.go.id Minggu pagi.

Baca juga: Gunung Api Lewotolok Lembata Meletus Dini Hari Tadi, Tinggi Kolom 200 Meter

 

Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Gunung Lewotobi Laki-laki 2 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2.2 mm, dan lama gempa 36-45 detik.

1 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2.2 mm, dan lama gempa 68 detik.

1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 2.2 mm, dan lama gempa 27 detik.

4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2.5-5.9 mm, S-P 1.1-1.9 detik dan lama gempa 10-15 detik.

Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

1. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki.

2. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.

3. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.

4. Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

5. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved