Berita Kabupaten Kupang
Warga Tunbaun Kupang dan Siswa SMA Gotong Royong Perbaiki Jalan Berlubang
Warga Desa Tunbaun bersama ratusan siswa dan guru dari SMA Negeri 2 Amarasi Barat, Kabupaten Kupang memperbaiki jalan rusak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PERBAIKI-JALAN-Warga-dengan-pelajar-dan-guru-bahu-membahu-menambal-jalan.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Puluhan warga Desa Tunbaun bersama ratusan siswa dan guru dari SMA Negeri 2 Amarasi Barat, Kabupaten Kupang turun langsung ke jalan memperbaiki jalan rusak secara swadaya.
Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur yang sudah lama rusak dan tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.
Pantauan di lokasi Kamis 17 Juli 2025, menunjukan warga dan pelajar bahu-membahu menambal jalan berlubang menggunakan sertu, tanah putih, batu kerikil, serta campuran semen yang diolah dengan molen.
Para siswa membentuk barisan estafet ember berisi adukan semen dan bahan tambal untuk disalurkan ke titik-titik lubang di sepanjang jalan.
Baca juga: Puskesmas Batu Cermin Periksa Kesehatan Murid Baru SMAN 1 Komodo Labuan Bajo
Ketua Forum Perhimpunan Masyarakat Tunbaun (Fortuna), Felki Timuneno, yang juga menjadi koordinator kegiatan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggapan atas keluhan masyarakat terhadap kerusakan jalan yang terus berulang.
"Kami selalu swadaya melakukan perbaikan jalan. Ini sudah masuk tahap kedua. Material kami kumpulkan sendiri. Ada juga saudara-saudara di tanah rantau yang ikut membantu dengan mengirimkan dana," kata Felki.
Menurutnya, jalan yang dikerjakan kali ini sepanjang 80 meter, namun kerusakan jalan di wilayah Tunbaun jauh lebih luas.
Menurutnya, jalan tersebut sangat strategis sebagai jalur penghubung hasil pertanian ke kota dan menjadi jalur alternatif warga dari empat kecamatan, Amarasi Barat, Amarasi Induk, Taebenu, dan Amarasi Selatan.
"Jalan ini menjadi alternatif agar masyarakat tidak harus melewati jalur Pasar Oesao yang kerap terjadi kemacetan parah di jalan Timor Raya," ujarnya.
Felki juga menegaskan bahwa perbaikan jalan ini memiliki dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM.
Felki menambakan bahwa apabila akses jalan yang layak akan memperlancar mobilisasi barang dan manusia, serta mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
Penjabat Kepala Desa Tunbaun, Leonardus Dirman, juga turut memberi pernyataan tegas.
Ia menyebut kondisi infrastruktur jalan di Tunbaun sangat memprihatinkan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meminta perhatian dari pemerintah, namun hingga kini belum ada hasil yang signifikan.