Berita Kota Kupang
Yayasan Alfa Omega GMIT Launching Dapur MBG dan Agro Park
Yayasan Alfa Omega milik Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) melaunching program pemberdaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Yayasan-Alfa-Omega.jpg)
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan, sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di NTT, GMIT memainkan peran krusial melalui berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung denyut nadi perekonomian jemaat dan masyarakat luas.
"Program-program ini dirancang untuk tidak hanya meningkatkan taraf hidup, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Kami memberikan apresiasi kepada GMIT yang telah menandatangani MoU pemberdayaan jemaat dengan Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kupang," katanya.
Mantan Kapolda NTT ini mengatakan, melalui GG Mart, GMIT secara aktif mendorong pengembangan UMKM yang berfokus pada potensi lokal NTT. Sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan dapat menjadi prioritas utama mengingat dominasi sektor-sektor ini dalam perekonomian masyarakat.
GMIT dapat berperan dengan memfasilitasi pelatihan teknis dan pendampingan bagi jemaat serta serta akses terhadap bibit unggul, pupuk, atau pakan yang berkualitas dengan memanfaatkan jejaring yang dimiliki GMIT atau kolaborasi dengan Pemerintah dan stakeholder lainnya.
"Misalnya, lewat pelatihan budidaya rumput laut bagi masyarakat pesisir, atau teknik penggemukan sapi bagi peternak, tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga nilai tambah produk. Selain itu, GMIT juga diharapkan dapat merambah sektor perdagangan dan jasa. Ini termasuk fasilitasi pemasaran produk UMKM, baik melalui pameran lokal maupun jejaring yang lebih luas," ujar dia.
Ketua Yayasan Alfa Omega, Nitanel Pandie mengatakan, ada enam progam yang dilaunching yakni pemberdayaan masyarakat di Kabupaten di Flores, tepatnya di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Bajawa dan Flores Timur, dengan
sumber dananya berasal dari Bank Singapura, dengan dana sebesar Rp 1,8 miliar.
Selain itu, launching program Agro Park, dengan dana sebesar Rp 7 miliar, global katalis, program ini adalah program untuk menyiapkan asrama yang mempersiapkan anak-anak untuk sekolah dan bekerja di Jerman, dan program MBG untuk melayani 3.000 siswa/siswi di 12 sekolah, dengan anggaran untuk satu tahun ke depan sebesar Rp 10,5 miliar.
"Kami menyiapkan juga lahan pertanian dan peternakan, dimana ternak ayam pedaging ini rencananya akan terus dikembangkan sampai 20.000 ekor per bulan, tujuannya untuk melayani kebutuhan program makan bergizi gratis, di beberapa dapur di Kota dan Kabupaten Kupang, serta daerah lainnya yang membutuhkan," ujarnya.
Semua program ini, akan segera dimulai, terutama dapur untuk pelaksanaan makan bergizi gratis,yang rencananya akan dimulai pekan depan, sementara untuk Agro Park, akan dimulai tiga bulan ke depan.
"GMIT juga bukan hanya bekerja sama dengan warga GMIT sendiri tetapi dengan warga lainnya, baik beragama Katolik dan lainnya," kata dia. (fan)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Peduli Akan Kebersihan, Lantamal VII Kupang Gelar Aksi Bersih-bersih Di Kupang Barat |
|
|---|
| Warga Tunbaun Kupang dan Siswa SMA Gotong Royong Perbaiki Jalan Berlubang |
|
|---|
| Puskesmas Batu Cermin Periksa Kesehatan Murid Baru SMAN 1 Komodo Labuan Bajo |
|
|---|
| Timnas Indonesia, Arab Saudi dan Iraq di Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 |
|
|---|