Gunung Lewotolok Erupsi
6 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok 17 Kali Gempa Erupsi dan 26 Kali Hembusan
Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung selama 6 jam terakhir Selasa 22 Juli 2025.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/6-Jam-Terakhir-Gunung-Lewotolok-17-Kali-Gempa-Erupsi-dan-26-Kali-Gempa-Hembusan.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung selama 6 jam terakhir Selasa 22 Juli 2025, periode 00:00-06:00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau siaga.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Pengamatan visual Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 5-50 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah ke arah tenggara dan barat laut. Suhu udara sekitar 24-25°C," tulis Stanislaus, dikutip dari laman magma.esdm.go.id Selasa pagi.
Baca juga: Gunung Api Lewotolok Meletus Pagi Ini, Tinggi Kolom 300 Meter
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 17 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 2.5-22.9 mm, dan lama gempa 27-41 detik.
26 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1.5-6.5 mm, dan lama gempa 26-35 detik.
2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 1.2-19.5 mm, S-P 0.5-1.2 detik dan lama gempa 7-10.7 detik.
1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4.6 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 240 detik.
Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News