Kamis, 30 April 2026

ETMC Kota Kupang 2025

Gagal Jadi Tuan Rumah ETMC 2025, Pecinta Sepakbola di Ende Protes ke PSSI 

Keputusan pemindahan lokasi gelaran turnamen sepakbola kasta tertinggi di NTT itu diputuskan pengurus Asprov PSSI NTT.

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Gagal Jadi Tuan Rumah ETMC 2025, Pecinta Sepakbola di Ende Protes ke PSSI 
TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO
STADION MARILONGA ENDE - Stadion Marilonga yang berlokasi di Kota Ende dan menjadi salah satu stadion andalan di wilayah Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat 25 Juli 2025. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Pecinta sepakbola di Kabupaten Ende kecewa sekaligus geram terhadap keputusan Asprov PSSI NTT yang memindahkan lokasi perhelatan ETMC 2025 yang semula rencananya digelar di Kabupaten Ende ke Kota Kupang. 

Keputusan pemindahan lokasi gelaran turnamen sepakbola kasta tertinggi di NTT itu diputuskan dalam rapat pengurus Asprov PSSI NTT, Jumat (25/7/2025) di Kota Kupang. 

Mereka bahkan meminta Askab PSSI Kabupaten Ende bersikap tegas dengan melakukan protes keras hingga menyurati asosiasi sepakbola tertinggi di Indonesia, PSSI. 

"Sebagai pecinta sepakbola dan masyarakat Kabupaten Ende, pada prinsipnya keputusan yang diambil Asprov itu sama sekali tidak berpihak kepada masyarakat pecinta sepakbola di Ende, yang pertama argumentasi yang dibangun tidak selaras dengan perkembangan yang ada di Ende, contohnya efisiensi anggaran, kalau alasannya efisiensi anggaran seharusnya gelaran ETMC 2025 dihentikan, bukan dipindahkan, itu logikanya," tegas Djolan Rinda kepada TribunFlores.com, Jumat (25/7/2025) malam saat dimintai komentarnya terkait keputusan Asprov PSSI NTT tersebut. 

Baca juga: Ende Batal Jadi Tuan Rumah ETMC 2025, Ketua Askab Ende: Bukan Final 

 

Menurut dia, alasan efisiensi anggaran merupakan alasan yang mengada-ada dan ia juga menduga adanya permainan atau kepentingan politik yang mempengaruhi keputusan Asprov PSSI NTT tersebut. 

Dari segi persiapan menjadi tuan rumah ETMC 2025, Djolan secara tegas mengatakan Kabupaten Ende layak menjadi tuan rumah.

"Dari seluruh NTT yang lebih layak itu Ende karena pernah menggelar turnamen ETMC dan lapangannya kan memenuhi standar, kalau argumentasi seperti inikan bagi kami itu sepihak," tegas dia.

Perpindahan lokasi perhelatan ETMC 2025 dari Kabupaten Ende ke Kota Kupang, lanjut dia, mematikan pergerakan ekonomi UMKM yang bakal tumbuh subur di wilayah itu sebagai efek ikutan dari sebuah gelaran turnamen besar seperti El Tari Memorial Cup (ETMC).

"Masyarakat Kabupaten Ende hari-hari ini lagi bersiap-siap, baik itu perhotelan kemudian UMKM, jasa transportasi dan masih banyak lagi apalagi Pemda sudah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk renovasi Stadion Marilonga, jadi saya kira argumentasi yang dibangun Asprov itu mengada-ada," ucap Djolan.

Ia bahkan menyarankan kepada Askab PSSI Kabupaten Ende agar tidak hanya menyampaikan rasa kekecewaan tetapi melakukan protes langsung ke PSSI sebagai asosiasi sepakbola tertinggi di Indonesia.

"Sampaikan keberatan ke PSSI bahwa keputusan Asprov PSSI NTT ini tidak diterima oleh masyarakat, pemerintah dan Askab PSSI Kabupaten Ende," kata dia.

Selain Djolan, rasa kecewa dan kecaman atas keputusan Asprov PSSI NTT itu juga datang dari masyarakat pecinta sepakbola di wilayah itu yang disampaikan melalui media sosial. (bet)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved