Minggu, 10 Mei 2026

Berita Kota Kupang

Maria Oki Bersyukur Bisa Berobat Gratis Pakai Kartu Indonesia Sehat

Satu jam sudah Maria Oki (57) mengantre menunggu panggilan dokter. Wajahnya pucat dan murung.

Tayang:
Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Maria Oki Bersyukur Bisa Berobat Gratis Pakai Kartu Indonesia Sehat
POSKUPANG.COM/IRFAN HOI
PERIKSA - Maria Oki (57) sedang diperiksa petugas kesehatan di Puskesmas Oepoi Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Senin, (14/7/2025).  

Dia tidak berani tanya ke petugas medis saat itu tentang berapa rupiah yang ia harus siapkan untuk berobat suaminya. Hanya menggumam dalam hati. Maria mengenang saat-saat dirinya sangat khawatir, bukan saja kondisi suaminya tapi juga biaya Rumah Sakit yang harus ditanggung. 

Tiga kali suaminya dibawa ke pusat kesehatan. Sekali masuk, perawatan hampir satu pekan. Beruntung kegelisahan itu terjawab. Sejak perawatan pertama, ia mulai yakin, KIS bisa membantu biaya pengobatan suaminya. 

Baca juga: Inche Sayuna Harap Usulan Daerah Otonomi Bari dari NTT Agar Diterima Pemerintah Pusat

"Dulu pas bapak (suami) masih ada dan sakit juga kami pakai kartu (KIS) ini. Bapak meninggal tahun 2021. Kami tidak bayar apa-apa," katanya. 

Kesehariannya, Maria hanya seorang pengumpul barang bekas dan buruh rumah tangga di sekitar Kelurahan Tuak Daun Merah. Dulunya, Yosef juga melakukan pekerjaan yang sama. 

Sejak kepergian Yosef, Maria sendirian. Dia harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan. Aktivitas ini yang kerap membuat Maria jatuh sakit. Penghasilannya tidak lebih dari Rp 20.000 per hari. 

Maria tinggal bersama kakak perempuan, dua orang anak serta dua orang cucu. Kebutuhan rumah pun sering dibantu dua orang anaknya, yang juga memiliki kartu JKN. Mereka tinggal pada rumah dengan ukuran kurang dari 4x6 dengan dinding belahan bambu di dekat bantaran kali. 

Barang bekas yang dia kumpul, memenuhi sisi rumahnya. Barang-barang itu akan dijual ke pengepul. Satu kilogram dihargai paling sedikit Rp 1.000. Setiap jenis barang memiliki patokan harga berbeda. Hasil jerih payahnya itu hanya untuk keperluan sehari-hari. Nyaris tidak ada tabungan untuk kebutuhan mendesak. 

Perjuangan Organisasi 

Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial, Irawati Thamrin dari Ikatan Pemulung Indonesia - Kota Kupang berkata, organisasinya terus berupaya agar semua pemulung memiliki kartu JKN.  

"Sehari hanya Rp 1.000 - 2.000, bagaimana mereka bisa bayar BPJS Kesehatan mandiri. Kami tetap berusaha. Semoga semua pemulung di Kota Kupang bisa memilikinya," katanya. 

Total ada 280 pemulung yang tercatat dalam komunitas ini. Namun, baru 75 orang yang terdaftar di JKN. Sisanya belum memiliki kartu tanda penduduk Kota Kupang. Akibatnya, pengurusan untuk mendapatkan JKN terhambat. 

Pihaknya pernah menyampaikan ke Pemerintah tapi belum ditindaklanjuti. Dia berharap Pemerintah bisa membantu para pemulung. Organisasi ini akan menjembatani agar semua pemulung mendapatkan layanan kesehatan. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Bernadinus Mere mengatakan, program JKN sebetulnya menyasar ke semua masyarakat, termasuk para pemulung. 

Dinas Sosial setiap tahun selalu mengusulkan ribuan warga agar mendapat program tersebut. Karena keterbatasan kuota seringkali ada yang belum dibantu. Mere memuji komunitas pemulung yang aktif membantu pendaftaran anggotanya agar masuk dalam JKN. 

"Memang untuk saudara-saudara kita pemulung ini kami kesulitan karena identitas. Tapi kami tetap berusaha agar semua bisa dapat," katanya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved