Gunung Lewotolok Erupsi
Gunung Lewotolok Lembata 41 Kali Gempa Erupsi 22 Kali Gempa Hembusan
Gunung Lewotolok Lembata 41 Kali Gempa Erupsi 22 Kali Gempa Hembusan.Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau siaga.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GUNUNG-LEWOTOLOK-LEMBATA-NTT.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yeremias Kristianto Pugel,, melaporkan kondisi gunung selama 6 jam terakhir Kamis 31 Juli 2025, periode 00:00-06:00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau siaga.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Pengamatan visual Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat.Suhu udara sekitar 24-27°C," tulis Yeremias, dikutip dari laman magma.esdm.go.id Kamis pagi.
Baca juga: Gunung Lewotolok Meletus Pagi Ini, Tinggi Kolom Erupsi Tidak Teramati
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 41 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 21.8-34 mm, dan lama gempa 31-41 detik.
22 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.7-8.2 mm, dan lama gempa 34-65 detik.
4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 1.3-21.8 mm, S-P 1.2 detik dan lama gempa 14-20 detik.
1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 4 mm, S-P 5.8 detik dan lama gempa 32 detik.
Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News