Berita Belu
Penerima Beasiswa LPDP Rinjani Mandala Berkarya di Perbatasan Indonesia - Timor Leste
Penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan Republik Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Rinjani-Mandala.jpg)
"Kami memilih NTT, khususnya SMAK Suria Atambua, karena sesuai dengan sasaran yang ingin kami capai, yaitu daerah-daerah dengan kondisi akses Informasinya tentang kebutuhan untuk lanjut studi masih terbilang kurang," ujar Muh. Fajar Ramadani, Divisi Humas Tim Misi Kemanusiaan PK-261.
Atambua, Kabupaten Belu, kata dia, memiliki karakteristik jarak antar rumah yang jauh, lingkungan tradisional, dan masyarakat yang bercocok tanam di pekarangan rumah. Perjalanan menuju Atambua dari Kupang membutuhkan waktu sekitar 8 jam dengan kondisi jalan berliku.
"Perjalanan 8 jam sudah kayak apa. Waduh, kayak ular jalanannya. Naik turun, naik turun, kanan, kiri," cerita Yudhistira Ketua Tim Misi Kemanusiaan PK-261.
Berdasarkan survei pra-kegiatan, hampir 95 persen siswa SMA di Atambua memiliki keinginan melanjutkan studi namun menghadapi tantangan akses informasi beasiswa, perencanaan karier, dan motivasi.
SMA Katolik Suria Atambua dipilih karena beberapa peserta PK-261 yang berasal dari NTT memiliki koneksi dengan sekolah tersebut. Dari total 308 peserta PK-261, terdapat 3 orang yang berasal dari Atambua.
Program Tebar Karsa dirancang untuk memberikan motivasi, informasi beasiswa, dan bimbingan perencanaan karier bagi 200 siswa SMA Katolik Suria Atambua. Persiapan dilakukan intensif selama beberapa minggu, termasuk rapat hampir setiap malam selama dua minggu sebelum pelaksanaan dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Tim PK-261 yang berangkat ke Atambua terbagi menjadi dua kloter dengan total 6 orang mewakili PK-261 di lapangan. Perjalanan dari Jakarta ke Kupang dimulai jam 2 dini hari dan dilanjutkan ke Atambua menggunakan bus lokal selama 8 jam.
Meski demikian tim melihat ntusiasme siswa sangat tinggi, mereka aktif bertanya dan menggali informasi.
"Saya melihat bagaimana semangat mereka, antusiasme mereka, dan keaktifan mereka untuk menggali informasi. Saya secara pribadi sangat senang, bahkan di beberapa titik saat teman-teman bertanya, saya merasa terharu," ungkap Fajar.
“Saya sangat berterima kasih kepada Kakak-kakak Rinjani Mandala atas informasi beasiswa yang sangat kami butuhkan sebagai siswa kelas 12. Sosialisasi ini memberi harapan dan motivasi baru, khususnya bagi saya yang bercita-cita melanjutkan studi di Faculty of Arts and Social Sciences di Singapura. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan agar makin banyak siswa Atambua yang berani bermimpi besar dan bangga membanggakan orang tuanya,” ujar Catherine Datilau, salah satu siswi kelas 12 SMA Katolik Suria Atambua.
Tim PK-261 berharap program Tebar Karsa dapat berkelanjutan hingga beberapa tahun ke depan dengan rencana tindak lanjut berupa sesi mentoring berkelanjutan.
"Harapan saya untuk SOS Pro nantinya, semoga Sosial Project ini bisa berjalan berkelanjutan hingga beberapa tahun, 5 tahun, 10 tahun ke depan. Saya sangat berharap semoga hasil dari press release ini bisa memberikan gambaran kepada masyarakat khususnya para awardee LPDP, bahwa di Atambua, di SMA Katolik Suria, terdapat semangat yang besar untuk melanjutkan studi, untuk terus belajar, dan kita wajib hadir dan mengambil peran untuk membantu mereka," tutup Fajar. (uzu)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Bawa Nama Pimpinan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo, Orang Tak Dikenal Minta Uang Rp 20 Juta |
|
|---|
| Tiara Nusa FC Tak Terkalahkan, Lolos ke 8 Besar Usai Kalahkan PS Kabupaten Kupang |
|
|---|
| Ratusan Umat Katolik Rayakan Misa Syukur Satu Abad SDK Maunori |
|
|---|
| BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami di Indonesia Impas Gempa di Rusia |
|
|---|