Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Hari Ini Sabtu 2 Agustus 2025, Mengabaikan Kebenaran dan Keadilan Dosa Berat
Mari simak renungan hari ini Sabtu 2 Agustus 2025.Tema renungan hari ini nengabaikan kebenaran dan keadilan dosa berat.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gereja-Katolik-Aeramo-Nagekeo.jpg)
Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggu dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus, saudaranya.
Sebab Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.
Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah puteri Herodias di tengah-tengah mereka dan menyenangkan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.
Maka setelah dihasut oleh ibunya, puteri itu berkata, “Berikanlah kepadaku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.” Lalu sedihlah hati raja. Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, diperintahkannya juga untuk memberikannya.
Disuruhnya orang memenggal kepala Yohanes di penjara, dan membawanya di sebuah talam, lalu diberikan kepada puteri Herodias, dan puteri Herodias membawanya kepada ibunya.
Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil jenazah itu dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahu Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Yohanes Pembaptis pernah menegur Herodes karena merampas Herodias, istri saudaranya Filipus. "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" (Mat 14:4). Tindakan Yohanes Pembaptis adalah benar dan adil.
Apa yang dilakukan Herodes tidak hanya mencedeai moral dan etika perkawian, tetapi serentak bertentangan dengan kebenaran dan keadilan. Maka teguran Yohanes terhadap kasus Herodes dan Herodias pada hakikatnya merupakan suara kenabian. Keadilan tidak bisa dibungkam. Kebenaran mesti disuarakan apa pun risikonya.
Ketidakpedulian pada kebenaran dan keadilan adalah dosa berat. Oleh sebab itu keadilan dan kebenaran mesti ditegakkan di atas bumi ini. Herodes dan Herodias menaruh dendam pada Yohanes. Ia dipenjarakan bahkan nyawanya harus menjadi taruhan atas suara kenabiannya menegakkan keadilan dan kebenaran. Hidup saling dendam, benci dan saling merugikan adalah cara hidup yang amat tercela di mata Tuhan.
Ketika hidup semakin tercela, kedekatan dengan Tuhan pun semakin terasa asing. Dengan dengan demikian hidup dalam damai dan sukacita pun sirna dengan sendirinya. Hidup damai, rukun dan merdeka sebagai anak-anak Allah dari pelbagai belenggu dosa dibutuhkan oleh manusia terutama insan-insan beriman. Untuk hidup damai dengan Tuhan dan sesama Allah perintahkan Musa untuk merayakan Tahun Yobel.
Tahun Yobel adalah tahun yang kudus sebagai jalan pendamaian Tuhan dengan bangsa Israel. Tahun di mana semua kembali ke kampung untuk saling berbagi kasih satu sama lain. Saling menghargai dan hormat sujud pada Tuhan. "Tahun yang kelima puluh harus menjadi Tahun Yobel bagimu." (Im 25:11). Hiduplah dalam kasih, "Janganlah kalian merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takwa kepada Allahmu, Akulah Tuhan, Allahmu." (Im 15:17). Dengan cara hidup tidak saling merugikan ada keadilan dan kedamaian di antara manusia. Maka Pemazmur menanggapi sabda ini dalam madah agungnya, "Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi." (Mzm 67:5). Allah adil dan benar bagi kita umat ciptaan-Nya. Ia mengasihi dan menyayangi kita sebagai milik-Nya.
Maka kita dalam hidup ini pun harus saling berbelas kasih, saling berbagi kesejahteraan, saling menguntungkan, saling memberi dan menerima maaf, hidup dalam damai, ada keadilan dan kebenaran di antara kita. Mari kita hentikan cara hidup saling merugikan yang memicu ketidakadilan tak pernah sepi dari hidup ini. Bersyukurlah selalu kepada Tuhan.
Mari doakanlah para imammu agar hidup benar dan adil, sehingga mereka berani menyuarakan keadilan dan kebenaran sebagai tugas kenabian yang tak terelakkan dalam misi di tengah tata dunia ini. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News