Jumat, 1 Mei 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 3 Agustus 2025, Hidup Bukan soal Harta Kekayaan

Mari simak renungan harian Katolik Minggu 3 Agustus 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu hidup bukan soal harta kekayaan.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Minggu 3 Agustus 2025, Hidup Bukan soal Harta Kekayaan
TRIBUNFLORES.COM / HO-IK NAGEKEO
GEREJA KATOLIK - Tampak depan gereja Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo di Nagekeo.Mari simak renungan harian Katolik Minggu 3 Agustus 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu hidup bukan soal harta kekayaan. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Minggu 3 Agustus 2025.

Tema renungan harian Katolik yaitu hidup bukan soal harta kekayaan.

Renungan harian Katolik disiapan untuk hari Minggu Biasa XVIII, Santo Stefanus I, Paus dan Martir, dengan warna liturgi hijau.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Minggu 3 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Panduan Tata Perayaan Ekaristi Minggu 3 Agustus 2025 Pekan XVIII Tahun C

 

Bacaan Pertama Pkh. 1:2; 2:21-23

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, sungguh kesia-siaan belaka! Segala sesuatu adalah sia-sia. Sebab, kalau ada orang berlelah-lelah mencari hikmat, pengetahuan dan kecakapan, maka ia harus meninggalkan bahagianya kepada orang lain yang tidak berlelah-lelah untuk itu.

Ini adalah kesia-siaan dan kemalangan yang besar. Apakah faedah yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari dan dari keinginan hatinya? Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati; bahkan pada malam hari hatinya tidak tenteram. Ini pun adalah kesia-siaan.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Mazmur Tanggapan: Mzm. 90: 3-4, 5-6, 12-13, 14,17

Ref. Tuhan Engkaulah tempat perlindungan kami turun-temurun

Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan berkata, “Kembalilah, hai anak-anak manusia!” Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.

Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi seperti rumput yang bertumbuh: di waktu pagi tumbuh dan berkembang, di waktu petang sudah lisut dan layu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved