Senin, 4 Mei 2026

Gunung Lewotolok Erupsi

Gunung Lewotolok di Lembata Dua Kali Erupsi Kamis Pagi, Tinggi Kolom Letusan 200-700 Meter

Masyarakat di sekitar Gunung Lewotolok agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Lewotolok.

Tayang:
Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto Gunung Lewotolok di Lembata Dua Kali Erupsi Kamis Pagi, Tinggi Kolom Letusan 200-700 Meter
TRIBUNFLORES.COM/HO-POSMAT GA LEWOTOBI LAKI-LAKI
AKTIVITAS GUNUNG API- Visual letusan Gunung Lewotolok pada Kamis, 14 Agustus 2025, pukul 09:36 Wita. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 meter di atas puncak (± 2123 meter di atas permukaan laut). 

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA- Gunung Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami dua kali erupsi pada Kamis (14/8/2025) pagi. 

Petugas Posmat Gunung Api Lewotolok melalui website magma.esdm.go.id menyebutkan, erupsi terjadi pada pukul 09:36 Wita dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak (± 2123 m di atas permukaan laut). 

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23.1 mm dan durasi 55 detik.

Sebelumnya, erupsi terjadi pada pukul 08:40 Wita dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 meter di atas puncak (± 1623 m di atas permukaan laut). 

 

Baca juga: Gunung Lewotolok NTT 202 Kali Gempa Letusan 165 Kali Gempa Hembusan

 

 

 

 

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15.4 mm dan durasi 42 detik.

Hingga saat ini tingkat aktivitas Gunung Lewotolok berada pada Level III atau Siaga. Pada tingkat aktivitas ini PVMBG mengimbau:

Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari sektor Selatan dan Tenggara, sektor Barat serta sektor Timur laut Gunung Ili Lewotolok.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah G. Ili Lewotolok karena suara tersebut merupakan ciri aktifitas gunungapi yang sedang dalam fase erupsi. Suara dentuman yang keras dapat mengakibatkan getaran yang kuat pada beberapa bagian bangunan terutama jendela kaca dan pintu.

Pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Ili Lewotolok di Desa Laranwutun Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

 

Baca juga: 6 Jam Terakhir Gunung Lewotolok NTT 66 Kali Gempa Erupsi 46 Kali Gempa Hembusan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved