Gunung Lewotolok Erupsi
Gunung Lewotolok Lembata Erupsi Sabtu Pagi, Tinggi Kolom Letusan 500 Meter
Gunung Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, kembali erupsi pada Sabtu (16/8/2025) pagi dengan tinggi kolom letusan 500 meter di atas puncak.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/LELWTOLOLK.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA- Gunung Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali erupsi pada Sabtu (16/8/2025) pagi.
Petugas Pos Pengamat gunung api itu, Syawaludin, melalui website MAGMA Indonesia melaporkan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak (± 1923 m di atas permukaan laut).
"Terjadi erupsi Gunung Ili Lewotolok pada hari Sabtu, 16 Agustus 2025, pukul 08:30 WITA,"tulis Syawaludin.
Sementara, Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat.
Erupsi Sabtu pagi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 8 mm dan durasi 68 detik.
Baca juga: Gunung Lewotolok NTT 226 Kali Gempa Letusan 1 Kali Gempa Guguran
Berdasarkan data kegempaan periode 00:00-06:00 Wita, Gunung Lewotolok mengalami 34 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 9.7-21.4 mm, dan lama gempa 37-60 detik.
Terjadi 32 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1-7.8 mm, dan lama gempa 23-52 detik.
Dan terjadi 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 1-1.3 mm, dan lama gempa 9-11 detik.
Pada tingkat aktivitas, status Gunung Lewotolok berada di Level III atau Siaga dengan rekomendasi sebagai berikut:
Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari sektor Selatan dan Tenggara, sektor Barat serta sektor Timur laut Gunung Ili Lewotolok.