Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Hari Ini Selasa 19 Agustus 2025, Bagi Allah Segala Sesuatu Mungkin
Mari simak renungan hari ini Selasa 19 Agustus 2025. Tema renungan hari ini bagi Allah segala sesuatu mungkin.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PATER-JOHN-Pater-John-Lewar-SVD.jpg)
Apakah ini adalah sebuah pertanyaan yang menyiratkan kekhawatiran mereka? Para murid merasa bahwa keselamatan mereka terancam karena harta yang ada pada mereka? Yesus
menenangkan kegemparan di antara mereka dengan berkata, Bagi manusia hal
ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin (ay. 26). Si anak
muda kala itu sedang tidak baik-baik saja. Ia sedang terikat dan terlekat kuat
oleh hartanya yang banyak, sehingga bagi dia jelas tidak mungkin menjual
segala harta miliknya dan memberikan hasilnya untuk orang-orang miskin.
Dalam kelekatan dan kelepasan, jelas bahwa apa yang tidak mungkin tetap
tidak mungkin. Apa yang tidak mungkin bisa berubah menjadi mungkin hanya
jika ia mau bekerja sama dengan Allah dan hidup dalam rahmat-Nya. Sebab,
untuk memperoleh hidup yang kekal, untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga
diperlukan semangat lepas bebas secara total dan yang dapat membebaskannya
hanyalah Allah. Karena itu, “Ia tidak dapat mencapai tujuan akhirnya (masuk ke
dalam Kerajaan Surga, red) tanpa bantuan rahmat” (Katekismus Gereja Katolik,
No. 308).
Dalam hal ini Gereja mengajarkan akan pentingnya iman akan Allah dan
pertolongan rahmat-Nya. Seperti dikatakan oleh Santo Agustinus, seorang
kudus dari Hippo, Afrika Utara, yang hidup tahun 354-430, “Tanpa Allah kita
tidak dapat berbuat apa-apa.”
Gereja juga mengajarkan agar kita dapat mempergunakan harta yang kita
punya secara wajar dan benar. Kita mempergunakan benda tercipta secara
wajar: Iman akan Allah yang esa mengajar kita mempergunakan segala sesuatu
yang bukan Allah, sejauh hal itu mendekatkan kita kepada Allah, dan
melepaskannya, sejauh ia menjauhkan kita dari Dia (Mat 19:23-24) (Katekismus
Gereja Katolik, No. 236).
Apa yang diajarkan Gereja ini mengingatkan kita akan doa dari seorang bruder
bernama Santo Nikolaus dari Flüe, Swiss (1417-1487). Ia berdoa kepada
Tuhannya dan Allahnya dengan sebuah doa yang sederhana namun indah dan
inspiratif demikian, Tuhanku dan Allahku, ambillah dari diriku segala sesuatu
yang menghalang-halangi aku untuk datang kepada-Mu. Tuhanku dan Allahku,
berilah aku segala sesuatu yang mendekatkan aku kepada-Mu. Tuhanku dan
Allahku, ambillah aku dari diriku dan jadikanlah aku sepenuhnya milik-Mu.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, iman akan Allah akan menyanggupkan
kita untuk memiliki harta dunia namun tanpa terikat dan terlekat olehnya. Jika
harta dunia menghalang-halangi kita untuk datang kepada Allah, untuk masuk
ke dalam Kerajaan Surga, maka kita mesti berani mohon kepada Tuhan dan
Allah kita seperti dilakukan oleh Santo Nikolaus untuk mengambil dan
membebaskan segala penghalang itu, sehingga dalam semangat kelepasan kita
dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Mari kita Imani bahwa bagi Allah segala sesuatu mungkin. Juga, karena Allah
dan rahmat-Nya, segala sesuatu mungkin, termasuk dalam hal masuk ke dalam
Kerajaan Surga. Tuhan memberkati. (diolah dari RP. A. Ari Pawarta, O.Carm,
https://mkk.or.id/renungan-detail.php?r=2025066697)
Doa:
Tuhan Yesus Kristus, bantulah aku agar bisa menjadi pribadi yang lepas bebas,
tidak melekat dengan harta kekayaan. Semoga apa yang ada padaku kugunakan
untuk kebahagiaan sesamaku. Hantarlah aku untuk mencapai kemuliaan Surga
yang Kau janjikan...Amin.
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Selasa Pekan Biasa XX . Salam doa dan
berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh
Kudus...Amin. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News