Selasa, 28 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Sabtu 23 Agustus 2025, Menginspirasi Sesama

Mari simak renungan Katolik Sabtu 23 Agustus 2025. Tema renungan Katolik menginspirasi sesama.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Sabtu 23 Agustus 2025, Menginspirasi Sesama
TRIBUNFLORES.COM/GG
UMAT IKUT MISA - Mari simak renungan Katolik Sabtu 23 Agustus 2025. Tema renungan Katolik menginspirasi sesama. 


Ref. Alleluya, alleluya.

Bapamu hanya satu, ialah yang ada di surga. Pemimpinmu hanya satu, yaitu Kristus.

Bacaan Injil Matius 23:1-12

“Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan.”

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.

Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukannya.

Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang.

Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang. Mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.

Tetapi kalian, janganlah kalian suka disebut ‘Rabi’ karena hanya satulah Rabimu, dan kalian semua adalah saudara. Dan janganlah kalian menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga.

Janganlah pula kalian disebut pemimpin, karena hanya satu pemimpinmu, yaitu Kristus. Siapa pun yang terbesar di antaramu hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Katolik

esus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena apa yang mereka ajarkan tidak sesuai dengan praktik hidup mereka. Sekalipun mereka mempraktikkan ritual keagamaan, sesungguhnya tujuan utama mereka adalah supaya mereka dihormati dan dipuji sebagai orang yang saleh. Mereka lupa tujuan utama dari ritual keagamaan mereka, yaitu untuk memuji dan menghormati Allah. Mereka menerapkan hukum dan aturan keagamaan bukan untuk membuat umat bersukacita, melainkan malahan menjadi beban bagi hidup umat.

Yesus mengajarkan kepada kita untuk menjauhkan diri dari mentalitas ahli Taurat dan orang Farisi. la juga menambahkan, bahkan rasa hormat terhadap Allah harus didasari dengan kerendahan hati. Kerendahan hati membuat kita terus belajar untuk mengenal Allah dan menjalankan kehendak-Nya. Semangat kerendahan hati akan menjadikan kita sebagai hamba yang dikasihi Allah, yang melayani Allah dan sesama tanpa memikirkan pujian dan penghormatan dari mereka yang kita layani. Kerendahan hati adalah dasar hidup kita sebagai murid Kristus. Dan tugas seorang murid pertama-tama adalah belajar dan menjalankan perintah Yesus, Guru Agung kita.

Apakah kita sudah menyadari identitas kita sebagai murid Kristus yang siap sedia untuk melayani sesama? Apakah kita telah mempraktikkan kerendahan hati seperti Kristus?

Yesus, mampukan kami untuk bersikap rendah hati sehingga kami dapat hidup dalam kasih dan dapat menginspirasi sesama untuk saling melayani. Amin.  (Sumber iman katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya  di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved