BPJS Kesehatan Ende
Operasi Benjolan Kepala Ditanggung JKN, Aven: Saya Sangat Terbantu
Kesehatan merupakan aspek paling mendasar dalam kehidupan manusia. Tubuh yang sehat menjadi fondasi lahirnya jiwa yang kuat dan produktif.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Sergius.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kesehatan merupakan aspek paling mendasar dalam kehidupan manusia. Tubuh yang sehat menjadi fondasi lahirnya jiwa yang kuat dan produktif.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Kesehatan merupakan aspek paling mendasar dalam kehidupan manusia. Tubuh yang sehat menjadi fondasi lahirnya jiwa yang kuat dan produktif.
Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemerintah berupaya memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses layanan kesehatan yang merata, mudah, dan terjangkau.
Manfaat Program JKN dirasakan langsung oleh Sergius Adventus Bhato (25), seorang karyawan perusahaan swasta di Kabupaten Ende.
Pria yang akrab disapa Aven ini tidak pernah menyangka bahwa keluhan nyeri kepala yang awalnya ia anggap sebagai kelelahan biasa, ternyata membawanya pada tindakan operasi.
Baca juga: UHC Day 2025: Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN untuk Sehatkan Bangsa
Aven mulai merasakan nyeri di bagian kepala depan yang semakin hari semakin mengganggu aktivitasnya. R
Rasa khawatir pun muncul saat ia menyadari adanya benjolan di kepala. Ia akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui kondisi kesehatannya secara pasti.
“Awalnya saya takut dan cemas, karena dokter masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis benjolan tersebut,” ungkap Aven.
Sebagai peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang telah terdaftar selama tiga tahun, Aven mengaku ini adalah kali pertama ia benar-benar memanfaatkan kepesertaan JKN untuk pengobatan.
“Sebelum pemeriksaan, saya tetap menyiapkan dana pribadi karena khawatir ada biaya yang tidak ditanggung JKN. Namun setelah diperiksa, petugas rumah sakit menjelaskan bahwa seluruh biaya pemeriksaan dijamin oleh Program JKN,” jelasnya.
Aven pun merasa lega setelah mendapatkan penjelasan bahwa jika nantinya diperlukan tindakan operasi atau penanganan lanjutan sesuai hasil pemeriksaan, seluruhnya akan ditanggung oleh Program JKN selama mengikuti prosedur yang berlaku.
“Rasanya lega mendengar penjelasan itu, walaupun tetap deg-degan menunggu hasil laboratorium. Tapi setidaknya soal biaya pengobatan tidak perlu saya pikirkan lagi,” ujarnya.
Ia mengakui sempat merasa kesal di awal karena proses pendaftaran layanan harus menggunakan Aplikasi Mobile JKN, sementara kondisi tubuhnya sedang tidak prima. N
Namun, perasaan tersebut berubah setelah mendapat penjelasan langsung dari petugas rumah sakit.
“Petugas menjelaskan alurnya dengan baik, pelayanannya ramah dan profesional. Setelah itu semuanya terasa lebih mudah,” katanya.
Operasi pengangkatan benjolan di kepala Aven dilakukan pada awal Januari 2025 dan berjalan lancar. I
Ia harus menjalani rawat inap selama dua hari, dilanjutkan dengan kontrol rutin selama satu bulan pascaoperasi. Seluruh rangkaian layanan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Kalau harus bayar sendiri, mungkin saya akan menunda operasi. Tapi karena iuran JKN saya dibayarkan oleh perusahaan tempat saya bekerja, saya bisa mendapatkan penanganan cepat dan tuntas. Saya sama sekali tidak dibedakan dalam pelayanan maupun fasilitas,” tuturnya.
Aven juga mengapresiasi sikap tenaga medis yang memberikan pelayanan maksimal tanpa membedakan pasien JKN dan pasien umum.
“Saya dilayani dengan hormat dan penuh empati. Ini membuat saya semakin yakin bahwa ikut JKN adalah keputusan yang tepat,” tambahnya.
Kini, setelah menjalani operasi dan masa pemulihan, Aven masih rutin melakukan kontrol kesehatan.
Ia menyadari bahwa penyakit yang dialaminya tidak lepas dari pola hidup dan pola konsumsi yang kurang sehat. Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini.
Aven berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kepesertaan JKN. Menurutnya, Program JKN benar-benar menjadi jaring pengaman kesehatan yang sangat penting.
“Jangan menyepelekan gejala kecil yang muncul di tubuh. Lebih baik periksa sejak awal, apalagi sekarang sudah ada JKN yang sangat membantu,” pungkasnya. (Bet)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| UHC Day 2025: Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN untuk Sehatkan Bangsa |
|
|---|
| DPRD Ngada Turun Lapangan Awasi Kualitas Jalan Nuamuzi-Wajamala |
|
|---|
| Exotic Komodo Labuan Bajo Toko Suvenir, Koleksi Lengkap dan Otentik |
|
|---|
| Bibit Siklon Tropis 93S Jauhi NTT, Gelombang Ekuatorial dan Atmosfer Low Picu Hujan Lebat di NTT |
|
|---|