Selasa, 9 Juni 2026

PLN UIP Nusra

PLN Wujudkan Aspirasi Masyarakat Adat Melalui Program Agroforestry Hetero di Desa Wewo

Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto PLN Wujudkan Aspirasi Masyarakat Adat Melalui Program Agroforestry Hetero di Desa Wewo
Istimewa
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) resmi meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Agroforestry Hetero di Dusun Tantong, Desa Wewo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (4/6). 

Ringkasan Berita:
  • PLN UIP Nusra meluncurkan program Agroforestry Hetero di Desa Wewo untuk pemberdayaan masyarakat sekitar PLTP Ulumbu.
  • Program mengubah lahan tidur menjadi pertanian terpadu guna meningkatkan ekonomi dan menjaga lingkungan.
  • Masyarakat dilibatkan langsung dengan dukungan bibit, alat, dan pendampingan dari PLN.
 
 
 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) resmi meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Agroforestry Hetero di Dusun Tantong, Desa Wewo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (4/6).

Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu.

Program Agroforestry Hetero juga merupakan tindak lanjut dari hasil konsinyering dalam proses Free, Prior and Informed Consent (FPIC) atau Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa) yang dilaksanakan bersama masyarakat adat setempat.

Melalui pemanfaatan lahan tidur menjadi kawasan pertanian produktif, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

 

Baca juga: Masyarakat Adat Dukung Pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5, PLN Tuntaskan Ganti Rugi Lahan Akses Jalan

 

 

Masyarakat Adat Dusun Tantong, Yuliana Nirmala, mengaku bersyukur atas kehadiran program yang dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para petani dan kelompok perempuan.

"Kami sangat bersyukur dengan kehadiran program pertanian dari PLN untuk Desa Wewo. Program ini memberi semangat baru bagi masyarakat untuk mengelola lahan dan meningkatkan hasil pertanian," ujar Yuliana.

Dalam pelaksanaannya, PT PLN (Persero) UIP Nusra memberikan dukungan menyeluruh mulai dari pembukaan lahan, penyediaan peralatan kerja, benih, pupuk, hingga pendampingan teknis pertanian secara berkelanjutan.

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Ulumbu, Roya Ginting, menjelaskan bahwa program Agroforestry Hetero diawali dengan pembukaan lahan pertanian seluas 1,5 hektare yang mengintegrasikan tanaman perkebunan, tanaman buah, dan tanaman pangan.

"Hari ini secara resmi kami meluncurkan program Agroforestry Hetero yang diawali dengan pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di wilayah Tantong, Desa Wewo

PLN juga menyediakan alat kerja, pupuk, bibit tanaman, serta satu orang pendamping pertanian yang akan mendampingi masyarakat selama program berjalan," jelas Roya.

Menurutnya, konsep agroforestry hetero yang diterapkan mengombinasikan tanaman bernilai ekonomi jangka panjang seperti durian, alpukat, dan kopi dengan tanaman pangan jangka pendek seperti jagung dan kacang tanah. Pola ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Roya menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi, termasuk dari kelompok perempuan yang terlibat langsung dalam proses pembukaan lahan dan persiapan budidaya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved