Razia Kos di Ende
Forkopimca Ende Tengah Siap Razia Kos, Cegah Prostitusi dan Jaga Kamtibmas
Pemerintah Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, akan menggelar razia di sejumlah kos-kosan yang berada di wilayahnya.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/RAPAT-KORDINASI-Pemerintah-Kecamatan-Ende-Tengah-menggelar-Rapat-Koordinasi.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Pemerintah Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, akan menggelar razia di sejumlah kos-kosan yang berada di wilayahnya.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencegah praktik prostitusi terselubung dan menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di daerah tersebut.
Rencana razia ini merupakan hasil dari rapat koordinasi dan evaluasi antara Camat Ende Tengah bersama para lurah dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), menyusul berbagai laporan dan keluhan dari masyarakat.
Camat Ende Tengah, Yovan Pasa, kepada TribunFlores.com pada Rabu (15/10/2025) malam menjelaskan, salah satu pemicu kebijakan ini adalah insiden keributan antar kelompok pemuda yang terjadi setelah pesta miras di salah satu kos-kosan di Kelurahan Paupire.
Baca juga: Bapenda Sebut Banyak Rumah Makan di Ende Rekayasa Jumlah Pengunjung Hindari Pajak
Masalah tersebut sebelumnya telah ditangani oleh Lurah Paupire.
Tak hanya itu, laporan mengenai seorang mahasiswa yang memukul pemilik kos juga menambah daftar panjang persoalan sosial di kawasan tersebut.
“Ini kan sudah menyangkut masalah Kamtibmas, jadi saya ambil kebijakan untuk menggelar rapat koordinasi. Tugas kami di kecamatan hanya sebatas penertiban, untuk tindakan tegas akan dikoordinasikan dengan pihak sekolah atau instansi terkait,” jelas Yovan.
Ia menambahkan, razia nantinya akan melibatkan pihak kepolisian (Polsek), Koramil, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
Operasi penertiban juga akan mencakup pengawasan terhadap aktivitas pelajar di luar jam belajar.
Yovan menegaskan, dalam razia tersebut pihaknya akan menindak secara persuasif apabila ditemukan pasangan bukan suami istri di dalam kamar kos.
“Kalau ditemukan pasangan di luar nikah di dalam kamar kos, mereka akan diamankan dan dibina secara persuasif. Kami tidak langsung menghukum, tapi pendekatannya lebih ke pembinaan,” ujarnya.
Terkait isu adanya praktik prostitusi terselubung di beberapa kos-kosan, Yovan menyebutkan hingga kini belum ada bukti konkret.
Namun, langkah razia ini diambil sebagai tindakan preventif guna mengantisipasi kemungkinan buruk ke depan.