Berita Ende
Akses Jalan di Lepkes Ende Tertutup Material Longsor, Akses Warga Terhambat
Dampak intensitas hujan yang tinggi menyebabkan ruas jalan di wilayah kecamatan Lepembusu Kelisoke (Lepkes), Kabupaten Ende, Nusa Tenggara
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/LONGSOR-DI-KECAMATAN-KELISOKE.jpg)
Ringkasan Berita:
- Hujan deras menyebabkan longsor menutup ruas jalan di Kecamatan Lepembusu Kelisoke (Lepkes), Kabupaten Ende, NTT.
- Jalur penghubung Desa Taniwoda, Detuara, dan Rutu Jeja tertutup material berupa bebatuan besar.
- Niko Sanggu menyebut kondisi jalan tidak layak, berisiko kecelakaan, dan merusak kendaraan.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, ENDE-Dampak intensitas hujan yang tinggi menyebabkan ruas jalan di wilayah kecamatan Lepembusu Kelisoke (Lepkes), Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) tertutup longsor.
Salah satu lokasi yang terdampak paling parah dari longsor tersebut yakni dijalur penghubung antara ke tiga desa yakni Desa Taniwoda, Desa Detuara, Desa Rutu Jeja, yang merupakan akses utama masyarakat, tepatnya di kecamatan Lepembusu Kelisoke, kabupaten Ende.
Materil longsoran berupa bebatuan besar menutupi badan jalan, sehingga menyebabkan kendaraan roda dia maupun empat, tidak bisa melintas.
Salah satu pemuda Lepkes, Niko Sanggu, mengatakan, hingga kini meterial longsoran masih menutup badan jalan sehingga menyulitkan aktivitas warga.
Baca juga: Juara ETMC 2025, Pemkab Ngada Pastikan Beri Bonus Lebih Besar untuk PSN Ngada
"Kondisi jalan saat ini sudah tidak layak digunakan. Kami merasa resah karena jalan rusak ini menyulitkan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko kecelakaan, baik ringan maupun berat,” ujarnya saat dihubungi dari Maumere, Senin 8 Desember 2025.
Menurutnya, akses jalan yang baik merupakan kebutuhan dasar masyarakat untuk menunjang mobilitas dan keselamatan. Namun, jalan yang rusak justru menyulitkan warga dan akan berpotensi merusak kendaraan mereka.
"Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Niko menilai, kekecewaan masyarakat hari ini sudah sepatutnya menjadi perhatian utama pemerintah. Ia menilai sikap diam pemerintah sebagai bentuk kelalaian dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi negara.
“Pemerintah seakan-akan buta terhadap kewajibannya. Jalan ini sudah lama rusak, tapi tidak ada tindakan nyata. Padahal, masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur yang layak,” tegasnya.
Ia pun mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut agar tidak semakin membahayakan warga. (AWK)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Merah Putih, Wabup Manggarai Timur: Jangan Mati Suri |
|
|---|
| Juara ETMC 2025, Pemkab Ngada Pastikan Beri Bonus Lebih Besar untuk PSN Ngada |
|
|---|
| Bupati Manggarai Timur Harap Wacana Pembentukan Kampus 2 Unika Santu Paulus di Borong |
|
|---|
| Perjalanan Pengabdian Williams Imanuel Mesang, Dokter Spesialis Bedah Plastik dari NTT |
|
|---|