Minggu, 3 Mei 2026

Berita Ende

BPBD Ende Terima 1,8 Ton Beras Bantuan Tanggap Darurat Bencana

Bantuan dari Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur itu tiba di Kantor BPBD Ende pada Selasa (6/1/2026)

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto BPBD Ende Terima 1,8 Ton Beras Bantuan Tanggap Darurat Bencana
TRIBUNFLORES.COM / ALBERT AQUINALDO
PIKUL BANTUAN - Staf BPDB Ende sedang memindahkan bantuan berupa beras sebanyak 1,8 ton dari BPBD NTT dari mobil pengangkut ke gudang BPDB Ende, Selasa (6/1/2026). Bantuan itu berasal dari BPBD Provinsi NTT. 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Ende menerima 1,8 ton beras dari BPBD Provinsi NTT untuk tanggap darurat bencana tahun 2026, guna memenuhi kebutuhan dasar korban hingga sekitar tiga bulan
  • Bantuan disesuaikan kondisi korban, meliputi sembako serta bahan bangunan seperti semen, seng, kayu, dan triplek untuk rumah terdampak longsor.
  • BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di NTT, termasuk Ende, pada 6–13 Januari 2026 dengan potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir dan tanah longsor.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende menerima bantuan berupa 1,8 ton beras untuk tanggap darurat bencana di wilayah itu tahun 2026.

Bantuan dari Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur itu tiba di Kantor BPBD Ende pada Selasa (6/1/2026) siang.

Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Marselus Ekleanus Meta kepada TribunFlores.com, Selasa (6/1/2026) di ruang kerjanya menjelaskan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi para korban bencana baik bencana hidrometeorologi maupun bencana lainnya.

"Estimasinya kita menguatkan kehidupan dasar mereka selama tiga bulan," jelas Marselus Ekleanus Meta.

Baca juga: Hujan Sangat Lebat Berpotensi Landa Ende, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Sembako

Bantuan bagi para korban bencana itu, kata dia, bukan hanya beras tetapi juga sembako lainnya sesuai hasil kaji cepat serta stimulan sesuai kondisi para korban.

"Kalau misalnya longsor kan pasti pendekatan bantuannya berupa semen, seng kalau ada atap rumah yang rusak lalu kalau ada rumah semi permanen yang rusak, kita coba bantu bahan bangunan lain seperti kayu, triplek untuk pembangunan," pungkasnya. 

Sebelumnya diberitakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Kabupaten Ende mulai Selasa (6/1/2026) hingga Selasa (13/1/2026).

Dalam siaran pers bernomor e.B/ME.02.04/001/KKOE/I/2026, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, menjelaskan, saat ini wilayah NTT tengah berada dalam periode musim hujan yang berpotensi memicu peningkatan intensitas curah hujan.

BMKG mencatat sejumlah faktor atmosfer yang berkontribusi terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut. 

Faktor-faktor tersebut antara lain adanya sirkulasi siklonik di utara Benua Australia, pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT bagian utara, serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.

BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga sangat lebat akan terjadi di sejumlah wilayah, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Alor.

Seiring dengan potensi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan topografi curam atau berbukit.

Warga yang tinggal di daerah lereng atau wilayah rawan longsor agar melakukan evakuasi mandiri apabila hujan sangat lebat terjadi dalam durasi yang cukup lama.

Pemerintah di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa diharapkan untuk mulai berkoordinasi dengan perangkat terkait guna melakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved