Berita Ende
Pemdes Aendoko Bangun Jembatan Gantung di Kali Lowolaka, Ende
Kepala Desa Aendoko, Vinsensius Agustinus Kami, mengatakan jembatan gantung merupakan program prioritas yang telah direncanakan tahun 2025.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/BANGUN-JEMBATAN-GANTUNG-Pemerintah-Desa-Aendoko-Kecamatan-Wewaria.jpg)
Saat musim hujan, warga Desa Aendoko kerap terisolasi dan kesulitan beraktivitas di luar wilayah desa.
Jarak tempuh dari ibu kota kecamatan ke Desa Aendoko sekitar 12 kilometer.
“Kalau sudah hujan, memang tidak bisa lewat. Warga yang sudah keluar dari Aendoko terpaksa tinggal di luar desa, begitu juga sebaliknya,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Fataatu Timur.
Di Desa Aendoko sendiri terdapat fasilitas pendidikan berupa SD dan TK/PAUD serta fasilitas kesehatan berupa Polindes dan kantor desa.
Jumlah penduduk Desa Aendoko lebih dari 800 jiwa dengan 130 kepala keluarga.
Apabila terjadi kondisi darurat, seperti pasien gawat darurat atau ibu hamil yang hendak melahirkan saat musim hujan, warga terpaksa menggendong pasien menyeberangi Kali Lowolaka.
“Bukan hanya satu kali, tetapi harus menyeberangi dua kali. Di wilayah Desa Fataatu Timur juga harus digendong lagi,” ujar Vinsensius.
Warga berharap pembangunan jembatan gantung tersebut dapat segera diselesaikan dan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Ende, sehingga akses transportasi dan keselamatan masyarakat, terutama pelajar dan ibu hamil, dapat terjamin. (Bet)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News