Berita Ende
Antara HPN, PAWE dan Sejengkal Asa Yosef di Bumi Pancasila
Rombongan yang ternyata para jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Ende (PAWE) menyusuri jalanan
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Wartawan-dan-Pers-Ende.jpg)
"Satu Minggu kadang dapat Rp 200 ribu, kadang kalau datang rejeki ya lebih, kadang tidak dapat sama sekali, ya itu sudah, tetap bersyukur," ungkap Yosef ditemani sang istri dan kedua buah hatinya.
Gubuk reot berukuran 2x3, berdinding seng bekas, berlantai tanah, itu dibangun diatas lahan milik keluarga Yusef Nai.
Hujan serta angin kencang menjadi kekuatiran tersendiri bagi mata yang melihat kondisi gubuk reot milik Yosef Nai.
Tapi bagi laki-laki paruh baya itu, mungkin sudah terbiasa dengan kondisi yang dialami.
Hanya ada satu kamar kecil sangat sederhana yang dipakai untuk tempat beristirahat, berteduh dari panas dan hujan.
Kasur lantai lapuk dipakai untuk tidur kedua pasangan suami istri ini dan kedua anaknya yang masih balita.
Dapur tanpa dinding berada tepat depan kamar tidur, peralatan masak yang jumlahnya tidak banyak menghiasi dapur.
Penerangan listrik ditarik dari sebuah rumah permanen yang tak jauh dari gubuk reot Yosef Nai.
Untuk kebutuhan air minum bersih, Yosef dan sang istri memanfaatkan air yang keluar dari pipa yang bocor dekat SD Inpres Onekore yang jauhnya kurang lebih satu kilometer lebih dari gubuk reotnya dengan berjalan kaki.
"Listrik tarik dari rumah sebelah, kalau uang, kami bantu beli pulsa listrik, kalau air kami ambil di pipa bocor yang dekat sekolah," kata Yosef dengan senyum terpaksa dan mau menunjukkan dia dan keluarganya baik-baik saja ditengah kekurangan dan keterbatasan.
Meski serba terbatas, senyum keluarga Yosef Nai selalu terpancar dari kedua wajah lusuhnya.
Dua anaknya yang masih balita yang belum mengerti apa-apa tentang hidup seolah begitu menikmati kehidupan yang serba terbatas bersama kedua orang tuanya.
Niat untuk merubah nasib keluarga serta membangun rumah yang layak untuk istri dan anaknya terpatri jauh di lubuk hati Yosef.
"Niat untuk bangun rumah iya tapi lahan ini orang punya, ada lahan yang dikasih keluarga, luasnya 4x6 di Paupire, lorong juga tidak ada, dan uang belum ada jadi terpaksa lepas dulu," katanya.
Beruntungnya, Yosef Nai, sang istri dan anaknya yang sulung sudah masuk memiliki BPJS Kesehatan yang bisa membantu mereka saat sakit atau berobat ke fasilitas kesehatan.
| Peringati Hari Pers Nasional, PAWE Ende Salurkan Bantuan Bagi Warga Kurang Mampu |
|
|---|
| Polisi Bagi-bagi Alat Tulis untuk 100 Pelajar Kurang Mampu di Ende NTT |
|
|---|
| Operasi Turangga di Ende, Puluhan Sepeda Motor Terjaring Razia Polisi |
|
|---|
| Kondisi Desa Nila Minim Infrastruktur, Jenazah Dibawa Pakai Kapal Motor, Kades Kritik Politisi Ende |
|
|---|
| Desa Nila di Ende NTT Tak Diperhatikan, Politisi Hanya Hadir Saat Pemilu |
|
|---|