Kamis, 7 Mei 2026

Berita Ende

Antara HPN, PAWE dan Sejengkal Asa Yosef di Bumi Pancasila

Rombongan yang ternyata para jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Ende (PAWE) menyusuri jalanan

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Antara HPN, PAWE dan Sejengkal Asa Yosef di Bumi Pancasila
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO 
RUMAH REOT - Gubuk reot milik Yosef Nai di Kampung Nua Wawo, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende. 

"Satu Minggu kadang dapat Rp 200 ribu, kadang kalau datang rejeki ya lebih, kadang tidak dapat sama sekali, ya itu sudah, tetap bersyukur," ungkap Yosef ditemani sang istri dan kedua buah hatinya.

Gubuk reot berukuran 2x3, berdinding seng bekas, berlantai tanah, itu dibangun diatas lahan milik keluarga Yusef Nai.

Hujan serta angin kencang menjadi kekuatiran tersendiri bagi mata yang melihat kondisi gubuk reot milik Yosef Nai.

Tapi bagi laki-laki paruh baya itu, mungkin sudah terbiasa dengan kondisi yang dialami.

Hanya ada satu kamar kecil sangat sederhana yang dipakai untuk tempat beristirahat, berteduh dari panas dan hujan. 

Kasur lantai lapuk dipakai untuk tidur kedua pasangan suami istri ini dan kedua anaknya yang masih balita.

Dapur tanpa dinding berada tepat depan kamar tidur, peralatan masak yang jumlahnya tidak banyak menghiasi dapur.

Penerangan listrik ditarik dari sebuah rumah permanen yang tak jauh dari gubuk reot Yosef Nai.

Untuk kebutuhan air minum bersih, Yosef dan sang istri memanfaatkan air yang keluar dari pipa yang bocor dekat SD Inpres Onekore yang jauhnya kurang lebih satu kilometer lebih dari gubuk reotnya dengan berjalan kaki.

"Listrik tarik dari rumah sebelah, kalau uang, kami bantu beli pulsa listrik, kalau air kami ambil di pipa bocor yang dekat sekolah," kata Yosef dengan senyum terpaksa dan mau menunjukkan dia dan keluarganya baik-baik saja ditengah kekurangan dan keterbatasan.

Meski serba terbatas, senyum keluarga Yosef Nai selalu terpancar dari kedua wajah lusuhnya.

Dua anaknya yang masih balita yang belum mengerti apa-apa tentang hidup seolah begitu menikmati kehidupan yang serba terbatas bersama kedua orang tuanya.

Niat untuk merubah nasib keluarga serta membangun rumah yang layak untuk istri dan anaknya terpatri jauh di lubuk hati Yosef.

"Niat untuk bangun rumah iya tapi lahan ini orang punya, ada lahan yang dikasih keluarga, luasnya 4x6 di Paupire, lorong juga tidak ada, dan uang belum ada jadi terpaksa lepas dulu," katanya.

Beruntungnya, Yosef Nai, sang istri dan anaknya yang sulung sudah masuk memiliki BPJS Kesehatan yang bisa membantu mereka saat sakit atau berobat ke fasilitas kesehatan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved