Berita Ende
Antara HPN, PAWE dan Sejengkal Asa Yosef di Bumi Pancasila
Rombongan yang ternyata para jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Ende (PAWE) menyusuri jalanan
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Wartawan-dan-Pers-Ende.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Deru mesin sepeda motor membelah keramaian pagi di Kota Ende.
Puluhan pria berbaju hitam melaju beriringan dari Paupanda menuju Onekore.
Di belakang mereka, sebuah mobil yang mengangkut sembako, dua jurnalis perempuan, serta dua jurnalis senior perlahan mengikuti.
Rombongan yang ternyata para jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Ende (PAWE) menyusuri jalanan kota, meninggalkan hiruk-pikuk pusat Ende, hingga akhirnya memasuki sebuah perkampungan di pinggiran kota yang masih hijau dan tenang.
Baca juga: Peringati Hari Pers Nasional, PAWE Ende Salurkan Bantuan Bagi Warga Kurang Mampu
Nafas tersengal bukan hal asing bagi para jurnalis ini.
Medan sosial seperti itu telah lama menjadi bagian dari perjalanan profesi mereka.
Di bawah kaki Gunung Wongge, di Kampung Nua Wawo, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende berdiri sebuah gubuk reot yang menjadi saksi ketabahan sebuah keluarga kecil.
Di tempat itulah Yosef Nai bertahan hidup bersama istrinya, Tias Sri Wahyuni, serta dua buah hati mereka, Samuel Bintang Nikolaus Koro yang baru berusia empat tahun dan Fransiska Anastasia Elis yang masih berumur dua tahun.
Sudah lebih dari empat tahun keluarga ini hidup dalam keterbatasan.
Dengan pekerjaan serabutan, Yosef hanya mampu mengantongi penghasilan sekitar Rp200.000 per minggu.
Uang itu dipaksa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari makan hingga keperluan kedua anaknya.
| Peringati Hari Pers Nasional, PAWE Ende Salurkan Bantuan Bagi Warga Kurang Mampu |
|
|---|
| Polisi Bagi-bagi Alat Tulis untuk 100 Pelajar Kurang Mampu di Ende NTT |
|
|---|
| Operasi Turangga di Ende, Puluhan Sepeda Motor Terjaring Razia Polisi |
|
|---|
| Kondisi Desa Nila Minim Infrastruktur, Jenazah Dibawa Pakai Kapal Motor, Kades Kritik Politisi Ende |
|
|---|
| Desa Nila di Ende NTT Tak Diperhatikan, Politisi Hanya Hadir Saat Pemilu |
|
|---|