Sabtu, 18 April 2026

Berita Ende

Dituding Tak Bekerja, Bupati Ende Beberkan Hasil dan Rencana Pembangunan

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, menanggapi kritik publik dengan menegaskan dirinya tetap fokus bekerja mengabdi bagi warga Ende

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Dituding Tak Bekerja, Bupati Ende Beberkan Hasil dan Rencana Pembangunan
TRIBUNFLORES.COM / FB BENEDIKTUS BADEODA
BUPATI DAN WAKIL BUPATI ENDE - Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dan Wakil Bupati Ende, drg Dominikus Minggu Mere. Mereka membeberkan Hasil Kerja 2025 hingga Rencana Kerja 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, menanggapi kritik publik dengan menegaskan bahwa dirinya tetap fokus bekerja dan mengabdi bagi masyarakat.
  • Ia mengklaim sejumlah capaian tahun 2025, seperti perbaikan keuangan daerah, penataan pasar, pembangunan infrastruktur, serta dukungan sektor pertanian dan nelayan.
  • Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan penanganan banjir dan sampah, pembangunan tanggul, pengembangan ruang publik, serta penguatan ekonomi dan transportasi.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE  - Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, secara terbuka menanggapi kritik dan komentar warga terkait satu tahun lebih masa kepemimpinannya sebagai kepala daerah di Kabupaten Ende.

“Selamat pagi/siang warga Kabupaten Ende di mana saja berada. Saya bupati kalian dan saya sering dikatakan bupati bodoh, gagap, dan otoriter, yang menyerang pribadi saya. Bahkan mereka bilang bupati tidak berbuat apa-apa dalam satu tahun pemerintahan, dalam upaya mengkerdilkan upaya yang telah dilakukan pemerintah. Apa pun yang dikatakan tidak berpengaruh bagi saya, karena saya datang dan menjadi bupati dengan niat yang tulus untuk berbuat sesuatu dan berbakti untuk Ende yang saya cintai,” tulisnya di akun Facebook pribadinya dikutip TRIBUNFLORES.COM, Kamis (16/4/2026).

Melalui akun media sosial tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Ende itu juga secara tegas membeberkan hasil kerjanya selama tahun 2025 dan rencana kerja tahun 2026.

Baca juga: Bupati Ende Sebut Pembangunan Dermaga Nila Tidak Proporsional: Jangan Omon-omon Saja

Perbaiki Tata Kelola Keuangan

Ia mengklaim bahwa pada awal masa pemerintahannya bersama Wakil Bupati Domi Mere, Pemerintah Ende Baru mampu memperbaiki tata kelola keuangan daerah dengan baik. Kas daerah yang biasanya selalu minus pada akhir tahun, pada tahun 2025 berhasil surplus sehingga menjadi modal pembangunan fisik pada tahun 2026.

Dalam kondisi anggaran terbatas, Pemerintah Kabupaten Ende juga berhasil membenahi pasar dan sistemnya agar menjadi jantung ekonomi Ende.

Bersama pemerintah pusat, Pemkab Ende akan membangun kekuatan sosial ekonomi baru di pedesaan melalui pembangunan BUMDes, koperasi desa Merah Putih, dan SPPG/MBG di berbagai desa dan kelurahan.

Sektor pertanian terus berkembang dengan adanya intervensi anggaran miliaran rupiah untuk irigasi, percetakan sawah, peternakan, dan perkebunan.

Di bidang infrastruktur jalan, pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Ende mendapatkan bantuan anggaran melalui Inpres jalan Nangamboa–Watumite. Pada tahun 2026, akan ada bantuan lagi untuk pembangunan jalan dari Reka–Kekasewa–Ngaluroga hingga Desa Nila dari United Tractors Astra.

Di sektor nelayan, pada tahun 2025 Pemda Ende telah membangun satu kampung nelayan modern di Nioniba, Maukaro. Pada tahun 2026, akan dibangun lagi di beberapa lokasi, seperti Waka, Ndori, Pulau Ende, Ippi, dan Nangapanda.

Baca juga: Bangun Jembatan di Kali Lowolaka Wewaria, Bupati Ende Minta Bantuan Pusat 

“Kami juga telah melakukan intervensi berupa pengadaan 40 sampan, 20 kapal 2 GT, dan 2 kelong untuk nelayan pada tahun 2025. Di sektor perhubungan, kami akan membenahi transportasi darat dengan mengaktifkan kembali Terminal Ndao dan Roworeke serta transportasi dalam kota. Ende juga sudah masuk transportasi digital seperti Maxim dan Grab yang semakin memperkuat sektor transportasi kota. Kami juga dalam waktu dekat akan menghadirkan kembali feri laut ASDP dengan jalur Kupang–Sabu–Waingapu–Ende dan Pulau Ende, serta rute Ende–Kupang,” jelasnya.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Ende telah menyiapkan anggaran untuk pembenahan masalah perkotaan, khususnya penanganan banjir dan sampah melalui penataan serta perbaikan drainase dan sempadan jalan kota.

Pemerintah juga akan segera membangun tanggul dalam kota, diawali di Kelurahan Tanjung, sekaligus menata sempadan pantai dari Tanjung hingga kawasan Ndao dan sekitarnya. Setelah itu, pembangunan tanggul akan dilanjutkan di Kecamatan Ndori.

“Kami akan segera membangun Gedung Serbaguna Ine Pare, parkir dalam kota, dan Taman Kota Pancasila serta beberapa taman kota lainnya untuk menjadi ruang terbuka hijau yang ramah bagi masyarakat. Pemerintah juga memulai upaya penyelamatan aset-aset pemerintah dengan membentuk Satgas Aset yang sedang bekerja,” ujarnya.

Perkembangan Ende mendapat apresiasi dari berbagai bidang, termasuk pertanian, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved