Jumat, 17 April 2026

Berita Ende

Pedagang di Ndao, Ende Tidur di Puing-puing Bangunan Pasca Digusur 

Setelah penggusuran di kawasan Ndao, banyak PKL kehilangan tempat tinggal dan tempat berjualan, sehingga nasib mereka menjadi tidak jelas.

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Pedagang di Ndao, Ende Tidur di Puing-puing Bangunan Pasca Digusur 
TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO
BERSIHKAN - Ibu Nurdiana sedang membersihkan puing-puing bangunan pasca pengunduran, Kamis (16/4/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Setelah penggusuran di kawasan Ndao, banyak PKL kehilangan tempat tinggal dan tempat berjualan, sehingga nasib mereka menjadi tidak jelas.
  • Sebagian warga mengungsi ke rumah keluarga, sementara sebagian lain masih bertahan di lokasi bekas lapak dan mencoba menyelamatkan barang-barang yang tersisa.
  • Para pedagang berharap pemerintah menyediakan atau membangun kembali lokasi berjualan agar mereka bisa kembali mencari nafkah.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Nasib sebagian Pedagang Kaki Lima (PKL) di Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende pasca penggusuran oleh Pemerintah Kabupaten Ende kini belum jelas.

Ada sebagian memilih mengungsi ke rumah keluarga, ada sebagian pula yang hanya menitipkan harta benda mereka di rumah keluarga namum ada yang tetap memilih tidur dan masak di lokasi bekas lapak mereka yang kini rata dengan tanah.

Pantauan TribunFlores.com, Kamis (16/4/2026), salah satu keluarga memilih memasak ditengah-tengah puing-puing, sedangkan yang lainnya berusaha membersihkan material serta memungut bahan bangunan yang masih bisa terpakai untuk dijual.

Baca juga: Pasca Penggusuran, Warga dan Anak-Anak Ndao Ende Jual Besi Bekas

Potong Besi Bekas

Bahkan, anak-anak juga ikut membantu orang tuanya memotong besi bekas tiang rumah atau memilah perabot rumah tangga lainnya untuk dijual kembali.

Nurdiana, salah satu PKL yang lapaknya ikut digusur mengaku memindahkan harta benda ke rumah mertuanya yang lokasinya tak jauh dari lokasi gusuran, yang juga berada di pinggir pantai yang diklaim sebagai garis sempadan pantai.

Ia juga mengaku bingung mencari lapak baru untuk berjualan kembali.

"Tadinya mau di terminal Ndao, sebagian di terminal, sebagian di Anggrek untuk sementara, untuk nginap, sementara kami disini , simpan barang-barang di rumah mertua, selama ini rumah kami ya disini," ujarnya.

Meski sudah digusur, ia masih tetap berharap agar Pemerintah Kabupaten Ende kembali membangun lokasi tersebut supaya mereka bisa kembali menempati lokasi tersebut untuk berjualan.

Ia juga mengaku, malam pertama pasca penggusuran, mereka terpaksa tidur di puing-puing bangunan karena tidak memiliki rumah.

"Kami rumah tidak ada, jadi terpaksa nginap disini, di rumah mertua kami hanya taruh barang-barang saja," pungkasnya. (Bet)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved