Berita Ende
Pedagang di Ndao, Ende Tidur di Puing-puing Bangunan Pasca Digusur
Setelah penggusuran di kawasan Ndao, banyak PKL kehilangan tempat tinggal dan tempat berjualan, sehingga nasib mereka menjadi tidak jelas.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Ibu-Nurdiana-sedang-membersihkan-puing-puing-bangunan-pasca-pengunduran.jpg)
Ringkasan Berita:
- Setelah penggusuran di kawasan Ndao, banyak PKL kehilangan tempat tinggal dan tempat berjualan, sehingga nasib mereka menjadi tidak jelas.
- Sebagian warga mengungsi ke rumah keluarga, sementara sebagian lain masih bertahan di lokasi bekas lapak dan mencoba menyelamatkan barang-barang yang tersisa.
- Para pedagang berharap pemerintah menyediakan atau membangun kembali lokasi berjualan agar mereka bisa kembali mencari nafkah.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Nasib sebagian Pedagang Kaki Lima (PKL) di Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende pasca penggusuran oleh Pemerintah Kabupaten Ende kini belum jelas.
Ada sebagian memilih mengungsi ke rumah keluarga, ada sebagian pula yang hanya menitipkan harta benda mereka di rumah keluarga namum ada yang tetap memilih tidur dan masak di lokasi bekas lapak mereka yang kini rata dengan tanah.
Pantauan TribunFlores.com, Kamis (16/4/2026), salah satu keluarga memilih memasak ditengah-tengah puing-puing, sedangkan yang lainnya berusaha membersihkan material serta memungut bahan bangunan yang masih bisa terpakai untuk dijual.
Baca juga: Pasca Penggusuran, Warga dan Anak-Anak Ndao Ende Jual Besi Bekas
Potong Besi Bekas
Bahkan, anak-anak juga ikut membantu orang tuanya memotong besi bekas tiang rumah atau memilah perabot rumah tangga lainnya untuk dijual kembali.
Nurdiana, salah satu PKL yang lapaknya ikut digusur mengaku memindahkan harta benda ke rumah mertuanya yang lokasinya tak jauh dari lokasi gusuran, yang juga berada di pinggir pantai yang diklaim sebagai garis sempadan pantai.
Ia juga mengaku bingung mencari lapak baru untuk berjualan kembali.
"Tadinya mau di terminal Ndao, sebagian di terminal, sebagian di Anggrek untuk sementara, untuk nginap, sementara kami disini , simpan barang-barang di rumah mertua, selama ini rumah kami ya disini," ujarnya.
Meski sudah digusur, ia masih tetap berharap agar Pemerintah Kabupaten Ende kembali membangun lokasi tersebut supaya mereka bisa kembali menempati lokasi tersebut untuk berjualan.
Ia juga mengaku, malam pertama pasca penggusuran, mereka terpaksa tidur di puing-puing bangunan karena tidak memiliki rumah.
"Kami rumah tidak ada, jadi terpaksa nginap disini, di rumah mertua kami hanya taruh barang-barang saja," pungkasnya. (Bet)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Berita Ende terkini
Berita Ende
Berita Ende hari ini
Pedagang di Ndao
Pedagang di Ndao Ende
Lapak Pedagang di Ndao
Gusur Lapak di Ndao
Pemda Ende NTT
Pemda Ende
Bupati Ende Beberkan Hasil Kerja 2025
Bupati Ende Kerap Dikatai Bodoh
Bupati Ende dan Bupati Nagekeo
Bupati Ende Yosef Badeoda
Wakil Bupati Ende
Bupati Ende Ahmad Djafar
Bupati Ende
Bupati Badeoda
Bupati Yosef Badeoda
Eksklusif
| Dituding Tak Bekerja, Bupati Ende Beberkan Hasil dan Rencana Pembangunan |
|
|---|
| Pasca Penggusuran, Warga dan Anak-Anak Ndao Ende Jual Besi Bekas |
|
|---|
| Oknum Polisi di Ende Aniaya Warga Disabilitas hingga Tewas, Berakhir Dipecat Tidak Hormat |
|
|---|
| KM Lawit Akan Singgah di Waingapu – Ende – Lewoleba – Kupang – Rote April 2026 |
|
|---|
| Suasana Haru Warnai Upacara Pemecatan 2 Anggota Polres Ende, Kapolres: Saya Merasa Sedih |
|
|---|