Pengusuran Lahan di Ende
Orangtua Kehilangan Pendapatan Anak-Anak Terancam Putus Sekolah
Dampak penggusuran 51 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pantai Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende beberapa hari lalu
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Anak-anak-memotong-sisa-besi-di-tengah-tengah.jpg)
Ringkasan Berita: Dampak penggusuran 51 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pantai Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende beberapa hari lalu
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Dampak penggusuran 51 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pantai Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende beberapa hari lalu yang oleh pemerintah diklaim berada di garis sempadan pantai membawa dampak negatif bagi anak-anak yang lahir dan besar di lokasi itu.
Sebagian dari mereka terancam putus sekolah karena pendapatan orang tua mereka hilang pasca penggusuran.
Ada yang bahkan sudah tidak masukk sekolah selama dua Minggu
Pantauan TribunFlores.com, Kamis (16/2/2026), beberapa anak-anak diantaranya terpaksa memotong sisa besi di tengah-tengah puing bangunan yang telah rata dengan tanah serta mengais puing-puing bangunan.
Baca juga: Anak-Anak Korban Pengusuran Lahan di Ndao Ende Curhat Sekolah Biaya dari Mana ?
Anak-anak yang sudah tidak masuk sekolah selama dua Minggu termasuk dua anak Ibu Nurdiana yang duduk di bangku SD dan SMP.
Bahkan anaknya yang saat ini sedang berkuliah di salah satu kampus di Kota Ende pun terancam putus kuliah.
"Yang tidak mau sekolah yang SMP dan SD, yang masih mau lanjut hanya yang sementara kuliah, yang dua itu bilang biar kakak saja yang lanjut kuliah, biar kami tidak usah, bahkan yang SMP dan SD sudah dua Minggu tidak sekolah," tutur Ibu Nurdiana saat ditemui ditengah-tengah puing-puing bangunan, Kamis (16/4/2026).
Alasannya, penghasilan kedua orang tuanya kini hilang setelah lapak yang selama ini menjadi tumpuan harapan mereka kini sudah rata dengan tanah.
Belum lagi harus membayar hutang koperasi harian serta beberapa hutang lainnya.
Diungkapkan Nurdiana, sebelumnya, penghasilan harian mereka bisa untuk membayar hutang harian dan mingguan, biaya pendidikan anak, makan minum serta perputaran modal usaha.