Sabtu, 18 April 2026

Berita Ende

Pemkab Ende Akan Bangun Ruang Terbuka Hijau di Ndao

Rencana pembangunan ruang terbuka hijau di Pantai Ndao akan dilaksanakan sesegera mungkin lengkap dengan

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Pemkab Ende Akan Bangun Ruang Terbuka Hijau di Ndao
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO 
LOKASI PENGGUSURAN - Situasi terkini di sepanjang Pantai Ndao, lokasi penggusuran 51 lapak oleh Pemkab Ende. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Ende akan membangun ruang terbuka hijau di Pantai Ndao setelah menggusur 51 lapak, dengan target selesai dalam 2–3 bulan.
  • Area tersebut akan difungsikan untuk olahraga, wisata, dan aktivitas pedagang non-permanen, sekaligus menata kawasan agar bersih dan tidak kumuh.
  • PKL diarahkan pindah ke Pasar Mbongawani dan Pasar Potulando, sementara penertiban sempadan pantai akan terus dilanjutkan demi mengatasi abrasi dan sampah.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Setelah melakukan penggusuran 51 lapak di Pantai Ndao yang diklaim sebagai garis sempadan pantai, Pemerintah Kabupaten Ende berencana akan membangun ruang terbuka hijau di lokasi tersebut.

Ruang terbuka hijau itu akan digunakan untuk tempat olahraga, wisata serta pedagang asongan untuk berjualan.

Rencana pembangunan ruang terbuka hijau di Pantai Ndao akan dilaksanakan sesegera mungkin lengkap dengan trotoar, penamaan pohon dan bunga serta fasilitas lainnya.

Diharapkan dalam dua sampai tiga bulan kedepan, ruang terbuka hijau tersebut sudah bisa digunakan.

 

Baca juga: RRI Masuk Sekolah, Dorong Pelajar SMASK Syuradikara Ende Beretika Pancasilais di Era Digital

 

 

Hal itu dikatakan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda saat diwawancarai melalui telepon selulernya, Jumat (17/4/2026) siang.

"Kita mau itu jadi lingkungan yang sibuk dan bersih dan juga tidak kumuh," katanya.

Ditanya soal beberapa rumah di sebelah timur lapak yang digusur hingga kini masih berdiri kokoh dan tidak digusur, politisi PDI-P itu mengatakan rumah-rumah itu merupakan rumah lama dan telah memilki sertifikat.

Meski demikian, kata dia, rumah-rumah tersebut juga akan digusur.

"Saat ini kita minta mereka untuk pindah dan pada dasarnya mereka setuju, hanya tinggal kita pemerintah bantu untuk mencari lahan baru buat mereka, karena apapun itu dilarang dan berbahaya pada saat musim barat karena terjadi abrasi," ujarnya.

Jualan di Pasar Lain

Ia juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ende sudah menawarkan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang lapaknya digusur untuk berjualan di lapak-lapak yang masih kosong di Pasar Mbongawani dan Pasar Potulando.

Ia juga mengklaim, setelah dilakukan pengecekan mendalam, para Pedagang Kaki Lima (PKL) ternyata merupakan warga pendatang dari luar Pulau Flores.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved