Berita Ende
Pemkab Ende Akan Bangun Ruang Terbuka Hijau di Ndao
Rencana pembangunan ruang terbuka hijau di Pantai Ndao akan dilaksanakan sesegera mungkin lengkap dengan
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Situasi-terkini-di-sepanjang-Pantai-Ndao.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemkab Ende akan membangun ruang terbuka hijau di Pantai Ndao setelah menggusur 51 lapak, dengan target selesai dalam 2–3 bulan.
- Area tersebut akan difungsikan untuk olahraga, wisata, dan aktivitas pedagang non-permanen, sekaligus menata kawasan agar bersih dan tidak kumuh.
- PKL diarahkan pindah ke Pasar Mbongawani dan Pasar Potulando, sementara penertiban sempadan pantai akan terus dilanjutkan demi mengatasi abrasi dan sampah.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Setelah melakukan penggusuran 51 lapak di Pantai Ndao yang diklaim sebagai garis sempadan pantai, Pemerintah Kabupaten Ende berencana akan membangun ruang terbuka hijau di lokasi tersebut.
Ruang terbuka hijau itu akan digunakan untuk tempat olahraga, wisata serta pedagang asongan untuk berjualan.
Rencana pembangunan ruang terbuka hijau di Pantai Ndao akan dilaksanakan sesegera mungkin lengkap dengan trotoar, penamaan pohon dan bunga serta fasilitas lainnya.
Diharapkan dalam dua sampai tiga bulan kedepan, ruang terbuka hijau tersebut sudah bisa digunakan.
Baca juga: RRI Masuk Sekolah, Dorong Pelajar SMASK Syuradikara Ende Beretika Pancasilais di Era Digital
Hal itu dikatakan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda saat diwawancarai melalui telepon selulernya, Jumat (17/4/2026) siang.
"Kita mau itu jadi lingkungan yang sibuk dan bersih dan juga tidak kumuh," katanya.
Ditanya soal beberapa rumah di sebelah timur lapak yang digusur hingga kini masih berdiri kokoh dan tidak digusur, politisi PDI-P itu mengatakan rumah-rumah itu merupakan rumah lama dan telah memilki sertifikat.
Meski demikian, kata dia, rumah-rumah tersebut juga akan digusur.
"Saat ini kita minta mereka untuk pindah dan pada dasarnya mereka setuju, hanya tinggal kita pemerintah bantu untuk mencari lahan baru buat mereka, karena apapun itu dilarang dan berbahaya pada saat musim barat karena terjadi abrasi," ujarnya.
Jualan di Pasar Lain
Ia juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ende sudah menawarkan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang lapaknya digusur untuk berjualan di lapak-lapak yang masih kosong di Pasar Mbongawani dan Pasar Potulando.
Ia juga mengklaim, setelah dilakukan pengecekan mendalam, para Pedagang Kaki Lima (PKL) ternyata merupakan warga pendatang dari luar Pulau Flores.
Pemkab Ende
Lapak Pedagang di Ndao
Pedagang di Ndao
Anak-Anak Korban Pengusuran di Ndao Ende
Gusur Lapak di Ndao
TribunFlores.com
| RRI Masuk Sekolah, Dorong Pelajar SMASK Syuradikara Ende Beretika Pancasilais di Era Digital |
|
|---|
| Anak-Anak Korban Pengusuran Lahan di Ndao Ende Curhat Sekolah Biaya dari Mana ? |
|
|---|
| Pedagang di Ndao, Ende Tidur di Puing-puing Bangunan Pasca Digusur |
|
|---|
| Oknum Polisi di Ende Aniaya Warga Disabilitas hingga Tewas, Berakhir Dipecat Tidak Hormat |
|
|---|
| KM Lawit Akan Singgah di Waingapu – Ende – Lewoleba – Kupang – Rote April 2026 |
|
|---|