Berita Flores Timur
Melihat Kemampuan ABK di Pelabuhan Larantuka Saat Layani Arus Mudik Liburan
Empat anak buah kapal (ABK) KM Gelekat Lewo sigap menaikkan sebelas unit sepeda motor ke atas dek kapal di Pelabuhan Larantuka, Kabupaten Flores
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/ABK-KM-Gelekat-Lewo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Empat ABK KM Gelekat Lewo di Pelabuhan Larantuka sigap menaikkan 11 sepeda motor ke dek kapal meski posisi dermaga lebih tinggi karena laut surut.
- Motor besar seperti Yamaha Vixion dan MX King ditangani dengan keterampilan tinggi berkat pengalaman panjang para ABK pelayaran rakyat.
- Dalam waktu kurang dari 30 menit, kapal siap berlayar membawa sekitar 20 penumpang menuju Dermaga Tobilota, Pulau Adonara.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen
TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Empat anak buah kapal (ABK) KM Gelekat Lewo sigap menaikkan sebelas unit sepeda motor ke atas dek kapal di Pelabuhan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin (5/1/26) pagi.
Dek kapal berdiri tak sejajar dengan dermaga. Karena laut sedang surut, landing dek dermaga lebih tinggi sekitar 1,5 meter. Salah sedikit saja, sepeda motor tercebur.
Pemilik kendaraan tampak senam jantung saat ABK menurunkan Yamaha Vixion dan MX King. Dua sepeda motor berkapasitas mesin 150 cc itu tentu lebih berat dari sepeda motor bebek.
Rata-rata para ABK pelayaran rakyat (Pelra) di Pelabuhan Larantuka punya keterampilan yang tak perlu diragukan. Skil yang mumpuni berkat pengalamanan kerja bertahun-tahun.
Baca juga: Pencarian Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo Diperpanjang, Gubernur NTT: Menyangkut Reputasi
Tak sampai 30 menit, KM Gelekat Lewo siap berlayar dari Larantuka ke Dermaga Tobilota di Pulau Adonara. Kapal membawa sedikitnya 20 penumpang.
Kapten KM Gelekat Lewo, Bertolomeus Siga, menarik gas dan memutar kemudi. Ombak pagi itu tenang. Mesin kapal yang terdengar halus itu membelah lautan yang kala itu tak garang dengan arus gonsalu.
"Kurang dari 15 menit kita sudah sampai ke Tobilota," ujar Siga.
Tarif penyeberangan rute Larantuka-Tobilota Rp 10.000 per penumpang. Jika membawa sepeda motor, harganya bertambah menjadi Rp 20.000.
Meski memasuki hari kelima tahun baru 2026, jumlah penumpang cukup banyak. Arus mudik warga dari dan ke Larantuka belum lengang.
Ketika Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jumlah penumpang bisa meningkat tiga kali lipat. Satu hari kapal beroperasi lima sampai emam kali, berbeda dari hari biasa hanya dua kali.
Di Dermaga Tobilota, empat ABK KM Gelekat Lewo lebih cepat menurunkan motor lantaran landing dek dermaga sejajar dengan badan kapal.
Para pekerja kapal bertaruh hidup di lautan demi menafkahi keluarga. Tantangan besar datang ketika musim gelombang. Jika nekat menerjang arus akan mendatangkan bahaya. Jika berdiam diri, api di dapur akan padam. (Cbl)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Pencarian Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo Diperpanjang, Gubernur NTT: Menyangkut Reputasi |
|
|---|
| Ketua KONI NTT Tegaskan Tugasnya Antar NTT Jadi Tuan Rumah PON 2028 |
|
|---|
| 727 Honorer di Sikka NTT Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu |
|
|---|
| Pencarian Hari Ke-11, KN SAR Puntadewa Sisir Bagian Barat Hingga Selatan Pulau Rinca Labuan Bajo |
|
|---|