Semana Santa Larantuka 2026
Semana Santa Larantuka 2026, RD Dus Bone Sebut Ada Kapal Gratis dan Pendaftaran Online
Pendaftaran ziarah Semana Santa Larantuka tahun 2026 dilakukan secara online melalui link dari pemerintah, tidak lagi lewat paroki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/SEMANA-SANTA-LARANTUKA-Peziarah-Semana-Santa-di-Kapela-Tuan-Ma-Larantuka.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pendaftaran ziarah Semana Santa Larantuka tahun 2026 dilakukan secara online melalui link dari pemerintah, tidak lagi lewat paroki
- Pendaftar harus mengisi identitas diri, paroki asal, dan KUB, lalu pemerintah akan mengatur kuota dan kelompok peziarah dari tiap paroki
- Pemerintah Provinsi NTT menyediakan program kapal gratis bagi umat yang ingin berziarah ke Larantuka di Kabupaten Flores Timur.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro
TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, RD. Dus Bone, menyampaikan mekanisme pendaftaran bagi umat yang ingin mengikuti ziarah Semana Santa di Larantuka melalui program kapal gratis dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami perubahan pada tahun ini.
Hal ia disampaikannya saat diwawancarai, Pos Kupang Kamis (5/3/2026).
Romo Dus Bone menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya pendaftaran biasanya dilakukan melalui paroki, kemudian data umat yang ingin mengikuti ziarah diteruskan kepada pemerintah daerah.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya biasanya dipercayakan kepada kami di paroki. Umat mendaftar di paroki, setelah itu baru kami lanjutkan ke pemerintah, khususnya ke bagian terkait,” ujarnya.
Baca juga: Semana Santa dan Sole Oha Flores Timur Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Daftar Online
Namun untuk tahun ini, pemerintah langsung menyediakan sistem pendaftaran secara daring melalui tautan yang disertakan dalam surat pemberitahuan kepada gereja.
“Tahun ini mereka kirim surat sekaligus juga dengan link, sehingga semua yang ikut menjadi peziarah nanti daftar langsung ke link tersebut,” jelasnya.
Meski pendaftaran dilakukan secara mandiri, para pendaftar tetap diminta mencantumkan identitas, asal paroki serta Komunitas Umat Basis (KUB) masing-masing.
“Daftar atas nama orang yang bersangkutan dengan menyebutkan KUB di mana dan paroki di mana,” tambahnya.
Setelah proses pendaftaran, pemerintah provinsi akan mengatur pembagian kuota bagi masing-masing paroki dan membentuk kelompok peziarah.
“Nanti mereka akan lihat kuota dari Paroki BTN itu kira-kira ada berapa orang, lalu dibentuk satu grup dan akan ditentukan siapa yang menjadi pendamping bagi para peziarah dari paroki yang bersangkutan,” katanya.
Terkait kuota, Romo Dus Bone mengatakan pada tahap pendaftaran tidak ada pembatasan jumlah umat yang ingin mendaftar.
“Untuk kuota tahun ini tidak ada batasan. Siapa yang daftar silakan, nanti akan diatur oleh pemerintah provinsi,” jelasnya.
Ia menilai program kapal gratis bagi peziarah Semana Santa merupakan langkah positif dari pemerintah sebagai bentuk perhatian terhadap kehidupan rohani umat.
“Menurut saya ini satu hal yang bagus dari pemerintah, tanda perhatian pemerintah untuk kehidupan rohani dari umat atau jemaat,” ujarnya.