Jumat, 17 April 2026

Konflik Tanah di Adonara Timur

Bentrok Antar Kampung di Adonara Flores Timur, Warga Saling Lempar Bom Rakitan

Bentrok antar Warga Lewonara dan Bele tersebut mengakibatkan 8 rumah dan sejumlah tempat usaha rusak, termasuk

Tayang:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Bentrok Antar Kampung di Adonara Flores Timur, Warga Saling Lempar Bom Rakitan
TRIBUNFLORES. COM/ARNOLDUS WELIANTO
TERBAKAR - Perang soal tanah ulayat kembali pecah di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Jumat 6 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Bentrok terjadi di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, akibat sengketa lahan adat di sekitar Toko Serba 35, melibatkan warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Desa Narasaosina, dengan aksi lempar bom rakitan.
  • Delapan rumah dan beberapa tempat usaha rusak, serta 5 warga mengalami luka tembak; dua di antaranya dirujuk ke RSUD Larantuka karena luka serius.
  • Pemkab Flores Timur bersama Forkopimda, DPRD, dan aparat keamanan mengadakan mediasi pada 7 Maret 2026, namun hingga kini belum ada hasil.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Bentrok antar kampung terjadi di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (6/3/2026), akibat perselisihan lahan adat di sekitar Toko Serba 35. 

Konflik ini memanas hingga terjadi lemparan bom rakitan dan penggunaan senjata api rakitan oleh warga yang bertikai.

Mengakibatkan 8 rumah dan sejumlah tempat usaha rusak, termasuk 2 gudang kopra, 1 tempat cuci motor, 1 kios serta 1 kos-kosan dengan 6 kamar. 

Lima warga mengalami luka tembak; tiga warga Desa Narasaosina menderita luka ringan dan telah dipulangkan setelah perawatan di Rumah Sakit Pratama, sementara dua warga, Jumadin Saputra (27) dan Mansyur Ola (39), dirujuk ke RSUD Larantuka karena luka lebih serius.

 

Baca juga: Konflik Lewonara-Bele di Adonara Timur Memanas, Aparat Evakuasi Anak Sekolah ke Polsek

 

 

Polda NTT menurunkan satu peleton pasukan Brimob Kompi 1 Batalyon B Pelopor dari Maumere untuk membantu mengamankan situasi pasca-konflik.

Mediasi Belum Ada Hasil

Pemerintah Kabupaten Flores Timur kini tengah melakukan upaya mediasi yang melibatkan Wakil Bupati, Forkopimda, Ketua DPRD, Dandim, Wakapolres, Forkopincam dan Kesbangpol. 

Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban, mengatakan mediasi telah dilakukan Sabtu (7/3/2026).

Namun hingga kini belum ada hasil resmi yang diumumkan untuk menyelesaikan konflik antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan warga Desa Narasaosina.

Upaya Polres Flores Timur

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra menjelaskan bahwa setelah menerima laporan adanya ketegangan antarwarga, aparat TNI dan Polri langsung ke lokasi.

"Aparat melakukan pengamanan serta langkah-langkah preventif guna menghentikan kontak fisik antar-kelompok warga," ujar AKBP Adhitya.

AKBP Adhitya menjelaskan, upaya yang dilakukan meliputi penyekatan massa, perlindungan terhadap warga rentan, serta penebalan personel di sejumlah titik rawan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved